BPS Festival Ajang Seni Budaya, Interaksi Sekolah dan Lingkungan

Senin, 08 Oktober 2018 : 00.00
Wali Kota Denpasar IB Rai D Mantra menyaksikan karya di ajang Bali Public School (BPS) Festival 2018
DENPASAR - Gelaran Bali Public School (BPS) Festival 2018 menjadi ajang seni budaya dan interaksi antara sekolah dengan lingkungan sekitar. Menariknya, ajang ini menggunakan bahan baku ramah lingkungan sehingga mendapat apresiasi Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

BPS Festival dilaksanakan SD Bali Public School semua menggunakan dari bahan baku alam seperti Barong Ket terbuat dari daun bambu.

"Bahannya sangat sederhana dan sangat mudah didapat, hal ini perlu ditiru untuk sekolah lainnya," ujar Walikota Rai Mantra disela sela melepas jalan sehat serangkaian BPS Festival di SD Bali Punlic School, Minggu (7/20/2018).

Festival ini, ajang pendekatan hubungan antara sekolah dengan lingkungan sekitar termasuk orang tua siswa dan masyarakat.

Selain itu, dari kegiatan ini dapat menjadi sarana interaksi anak-anak untuk mengenal lingkungan dan pentingnya pendidikan non formal sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan seni, budaya serta kearifan lokal Bali.

"Pendidikan sejak dini perlu didukung, itu tidak hanya pada pembelajaran sekolah saja. Anak-anak juga sangat perlu diberikan pembelajaran lingkungan," harap Rai Mantra. Kedepan, jika pelaksanaan ini dilaksanakan secara konsisten Rai Mantra yakin SD Bali Public School akan menjadi baik untuk kedepannya.

Kepala Sekolah Bali Public School, Komang Edi Putra mengatakan, kegiatan jalan sehat ini merupakan kegiatan terakhir dari BPS Festival yang telah berlangsung dari tanggal 5 Oktober kemarin.

Kegiatan ini, menggunakan bahan baku alam, hal itu dilakukan agar seluruh masyarakat agar mampu menjaga lingkungan. Selain itu festival ini menurutnya sangat bermanfaat terutama dalam menjaga lingkungan. Karena anak-anak dengan kesadaran sendiri telah menjaga lingkungan khususnya sampah plastik.

"Kesadaran diri sendiri bisa dilakukan oleh anak-anak karena mereka telah dilatih melalui program terpaksa kerjasama membudaya. Artinya dari terpaksa memungut dan membuang sampah mereka menjadi terbiasa dan menjadi membudaya seperti saat ini," ujarnya.

Hasil lelang dan BPS Festival disumbangkan untuk korban bencana di Palu. BPS Festival pihak akan terus berinovasi dan berkreatifitas serta berkolaborasi dengan sekolah-sekolah lain dalam hal meningkatkan kebudayaan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi