BPJS Kesehatan Karangasem Ungkap Tunggakan Peserta Mandiri Capai Rp 6 Miliar

Senin, 01 Oktober 2018 : 00.00
KARANGASEM - Kepala Cabang BPJS Kesehatan Klungkung dr Endang Triana Sumanjuntak mengungkapkan tunggakan peserta mandiri di Karangasem sampai saat ini mencapai Rp 6,1 miliar.

Jika peserta klop membayar premi semua, mestinya BPJS mendapat Rp 10 m per bulan dari premi. Untuk PBI yang jadi kewenangan Pemkab Karangasem sekarang ini sudah lunas terbayarkan. Sempat dipending karena terjadi data ganda. Namun saat ini sudah tuntas dan sudah di verifikasi.

Dirinya mengakui kalau masyarakat sudah sakit baru buru buru menjadi BPJS. Itupun memaksa menggunakan rekomendasi Dinas Sosial. Parahnya, saat sudah sehat tidak mau membayar premi.

Padahal, mereka yang tidak bayar premi tidak kena denda dan tidak ada sangsi. Hanya saja mereka yang tidak bayar selama dua tahun kemudian mau menggunakan lagi wajib melunasi selama dua tahun. lewat dari dua tahun dikenakan pemutihan.

"Ini juga dinilai sangat ringan karena kena pemutihan. Ke depan diharapkan bsia ada semacam sangsi adminsitrasi," tuturnya belum lama ini. Penduduk Karangasem sesuai data capil ada 548.000 jiwa. Sementara yang sudah masuk BPJS ada 352.468 jiwa atau sebanyak 64,29 persen.

Dari dana ini ada 18 ribu jiwa yang nunggak pembayaran presmi. Sementara peserta mendiri sebanyak 41.515 atau 25 persen. Sementara peserta PBI di Karangasem sebenyak 255 ribu jiwa.

Sementara yang belum mendaftar ada 195.784 jiwa atau 35,71 persen. Dan 1 Januari 2019 ini mereka wajib masuk BPJS. Untuk itu pihak BPJS berharap Pemkab Karangasem bisa membantunya dengan menganggarkan warganya untuk bisa masuk PBI.

BPJS Kesehatan belakangan ini menjadi sorotan karena difisit yang dialami cukup besar dari tahun ke tahun. ini terjadi karena kesadaran peserta mandiri untuk membayar premi masih rendah. Untuk nasional ada sebesar Rp 36 triliun tunggakan dari peserta Mandiri.

Kalau ini terbayarkan BPJS yakin tidak akan terjadi ketimpangan atau difisit. Ini juga masih rendahnya semengat gotong royong untuk kesehatan. Padahal JKN punya visi untuk bergotong royong untuk kesehatan.

Sementara biaya kesehatan sangat tinggi. BPJS menanggung pasian gagal ginjal, cangkok jantung juga kanker darah yang membutuhkan biaya tinggi. Untuk gagal ginjal per bulan per orang membutuhkan Rp 40 juta termasuk cuci darah.

Untuk Karangasem BPJS Kesehatan berhasil mengumpulkan iuran sebesar Rp 44 M sampai tahun ini. Sedangkan pembiayaan yang dikeluarkan BPJS sudah mencapai 65 miliar. Sehingga ada deficit. “Ini belum termasuk pasian asal Karangasem yang dirawat di RS Klungkung, Sanglah dan juga Gianyar,” imbuh Triana. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi