Bisnis UKM Jaman Now Harus Cepat Adaptasi Kemajuan Teknologi

Kamis, 11 Oktober 2018 : 23.21
DENPASAR - Agar mampu bertahan bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) harus cepat dalam melakukan adaptasi terhadap teknologi informasi. Moka, startup penyedia layanan kasir digital, mendukung pelaku usaha kreatif dari seluruh Indonesia dalam acara Gebyar UKM Bali 2018.

Gebyar UKM Bali merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Dengan topik “UKM Indonesia Jaman Now”, Gebyar UKM Indonesia 2018 akan mengajak para pelaku UKM Indonesia meningkatkan level of playing field dengan teknologi dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Digelar di Graha Sewaka Dharma, Denpasar, acara diisi kegiatan kurasi UKM sampai sharing session dari para praktisi ternama di Indonesia untuk berbagi pengalaman dan ide-ide dalam membangun bisnis inovatif.

Dalam acara ini, Moka selaku startup penyedia layanan point-of-sale (POS) dengan lebih dari 12.000 unit usaha di seluruh Indonesia, turut mendukung keseluruhan acara dan membagikan strategi tepat bagi para peserta acara untuk meningkatkan daya saing bisnis kreatif yang baru dibangun.

Menurut data dari Asian Productivity Organization (APO), selama 25 tahun produktivitas Indonesia tumbuh 3,1% per tahun, namun dibandingkan negara lainnya produktivitas per pekerja Indonesia saat ini berada pada urutan ke-11 dari 20 negara anggota APO.

Sedangkan di tingkat ASEAN, produktivitas per pekerja Indonesia berada pada urutan ke-4. Sehingga masih banyak yang harus ditingkatkan baik dalam hal: Pemanfaatan teknologi, kualitas SDM, manajemen, dan inovasi produk.

Bisnis yang sudah bertahan lebih dari 18 bulan dan cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk menunjang bisnisnya. "Tidak hanya bertahan, namun mereka juga selalu melakukan inovasi agar unggul dibanding bisnis sejenis lainnya,” ungkap VP Brand & Marketing Moka, Bayu Ramadhan.

UMKM masih sering melakukan operasi penjualan secara manual, terutama dalam sistem kasir dan point-of-sale.

Sistem kasir yang memuat tentang data penjualan, informasi stok, dan seputar transaksi bisnis, kebanyakan masih dijalankan manual dengan catatan tangan, sehingga mengganggu efisiensi dan produktivitas UMKM dalam berbisnis.

Menurutnya, cara cepat bagi bisnis dalam beradaptasi adalah menggunakan teknologi terbaru yang dapat membantu efisiensi dan efektivitas bisnis. Salah satunya menggunakan komputasi awan (cloud based) yang sifatnya cepat dan real-time.

Menurut data Delloitte Access, UKM yang mengadaptasi teknologi komputasi awan dalam bisnisnya mampu meningkatkan pendapatan sampai dengan 80%, dan juga 1,5 kali lebih besar dalam membuka lapangan pekerjaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena, menjelaskan UKM memiliki tiga tantangan yang harus dihadapi untuk bisa naik kelas yaitu sumber daya manusia, pendanaan dan juga akses pasar.

“Solusi masalah utama UKM ini, dapat dibantu dengan memberikan pelatihan dari segi manajemen dan kemitraan, selain itu segala aspek pemasaran dan bahkan produksi bisa dimanfaatkan dengan mengandalkan penetrasi teknologi,” jelasnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi