Baca Puisi, Presiden Jokowi Serukan Dunia Kelola Laut Berkesinambungan

Senin, 29 Oktober 2018 : 23.47
Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan pembukaan Our Ocean Conference 2018 di Nusa Dua Bali/foto:biro pers setpres
BADUNG - Presiden Joko Widodo membaca sebuah puisi seraya menyerukan kerja sama internasional dalam menjaga laut dan mengelolanya secara berkesinambungan. Sejumlah tantangan kelautan yang kini dihadapi membutuhkan aksi nyata dan perhatian bersama.

Jangan terlambat berbuat untuk laut. Satu negara tidak dapat menangani tantangan dihadapi.

"Satu negara tidak dapat menangani tantangan yang kita hadapi. Satu negara tidak dapat mengoptimalkan manfaat laut bagi masyarakat dunia. Pemerintah saja tidak mungkin menyelesaikan semuanya. Oleh karena itu diperlukan kerja sama, cooperation colaboration_," tegasnya saat membuja Our Ocean Conference (OOC) 2018 digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali Senin, 29 Oktober 2018.

Indonesia pada tahun inim dipercaya menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan konferensi laut sedunia yang sudah berlangsung sejak 2014 lalu. Penyelenggaraan konferensi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia yang berupaya menjaga dan mengelola laut secara berkesinambungan.

Kepala Negara mengatakan, laut merupakan tulang punggung kehidupan dunia. Lebih dari 90 persen total volume perdagangan dunia dilakukan melalui laut. Sedangkan ratusan juta manusia juga hidup bergantung pada sektor perikanan dan rantai pasokannya. Namun, di sisi lain, lautan kita juga menghadapi sejumlah tantangan serius.

Ia mengungkapkan, kejahatan di laut semakin marak. IUU Fishing, data FAO mengatakan, nilai jumlah ikan yang diambil secara ilegal besarnya sekitar 2,6 juta ton atau bernilai sekitar USD10-23 miliar setiap tahun.

"Adanya perompakan, perdagangan manusia, penyelundupan obat-obatan, perbudakan, dan lain-lainnya," ucap Presiden.

Tidak hanya itu, polusi laut yang diakibatkan sampah plastik, rusaknya terumbu karang, peningkatan suhu air laut, dan klaim maritim antarnegara yang tak terselesaikan juga menjadi ancaman nyata. Kepala Negara mengatakan bahwa _OOC 2018_ ini harus dapat menjadi motor perubahan terhadap komitmen penanganan tantangan itu.

"Kita memerlukan revolusi mental untuk menangani tantangan di laut dan mengelola laut secara berkesinambungan. _OOC_ harus menjadi motor penggerak revolusi mental global untuk merawat laut," tuturnya.

Di hadapan para pemangku kepentingan kelautan dari berbagai negara dan sejumlah kepala negara , Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi kekuatan maritim dunia sekaligus berperan aktif dalam merawat dan menjaga laut Indonesia dari berbagai ancaman nyata.

Indonesia juga membuka kerja sama dan dialog dengan negara-negara _ASEAN_ untuk memajukan kerja sama maritim serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Pada bagian akhir, Presiden mengajak seluruh pihak untuk berani mengambil langkah-langkah konkret terhadap upaya menjaga lautan. Langkah konkret yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan berdampak nyata terhadap perlindungan laut.

Presiden mengakhiri sambutan dengan membacakan puisi. “Saya ingin tutup pidato saya dengan membacakan sebuah puisi,” ucap Kepala Negara.

Jangan lagi punggungi lautmu_
Tataplah dia_
Rangkullah dia dengan hatimu_
Jadikan dia sahabatmu_
Sahabat yang akan memberi kehidupan untuk kamu, untuk cucumu, untuk cicitmu_

Laut bukan menjadi pemecah_
Laut adalah pemersatu_
Pemersatu jarak antara darat_
Pemersatu berbagai peradaban anak manusia_

Laut harus menjadi Samudera kesejahteraan_
Laut harus menjadi samudera perdamaian_

Rawat dan cintailah lautmu, samuderamu
Laut adalah masa depanmu
Our Ocean, our future
Our Ocean, Our Legacy_

Terima kasih

(rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi