Ancaman Siber Kian Massif, BSSN Rangkul Negara Lain

Rabu, 10 Oktober 2018 : 13.16
Kepala BSSN Djoko Setiadi memberikan keterangan usai membuka konferensi Code Bali 2018 di Kuta, Badung
BADUNG - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membuka diri bekerjasama dengan negara-negara lain guna mengatasi bersama-sama terhadap segala ancaman siber yang kian massif. Kepala BSSN Djoko Setiadi mengungkapkan ancaman dunia siber begitu massif seiring perkembangan informasi dan teknologi.

Melihat hal itu, pemerintah Kemudian membentuk BSSN yang bertugas di bidang pengamanan siber dan persandian di Tanah Air dalam rangka pertahanan nasional dan mendukung ekonomi nasional.

Diakuinya, pengelolaan keamanan siber di Indonesia tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa ada dukungan stakeholder pemangku kepentingan publik maupun infrastruktur kritis nasional.

"Saat ini, berkembang isu dari media asing bahwa ada sebuah badan intelijen militer yang melakukan serangan siber dengan target sasaran lembaga-lembaga politik, bisnis, media dan badan olah raga dunia," tuturnya.

Adanyan perkembangan siber yang kian menghangat itu, membuat pemerintah untuk membuka pintu kerja sama dengan negara manapun.

"Tetap dengan kerangka politik luar negri negeri yang bebas aktif," katanya saat membuka konferensi CodeBali 2018 dengan tema “Cyber Security Solution for the Emerging Threat: Protection in Critical Information Infrastructure and IoT World” di Hotel Padma Resort Legian Bali pada tanggal 9 - 12 Oktober 2018.

Dalam kaitan ini maka konferensi memilki peran penting dan tepat dalam menghadapi ancaman perang siber melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan kedaulatan siber yang aman dan damai

Pihaknya mengapresiasi tujuan konferensi " CodeBali" yakni menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber khususnya terhadap infrastruktur internet.

"Untuk pertama kalinya BSSN menggelar konferensi tingkat dunia ini dengan harapan dapat menghasilkan hal-hal yang berguna dalam membangun keamanan siber di Tanah Air.

Ditambahkan Djoko, tugas BSSN tidaklah ringan karena banyak yang menjadi pekerjaan rumah karena itu lembaganya juga di kepada tanggap darurat dan penanggulangan bencana akibat bencana di Lombok dan Palu.

Meski demikian, Djoko memastikan keamanan siber sangat diperlukan saat ada perhelatan besar seperti pertemuan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua Bali. Selain itu, pihaknya juga memberi perhatian serius kepada pengamanan pada Pemilu dan Pilpres 2019.

"Meskipun BSSN masih tergolong lembaga baru dan keterbatasan anggaran, BSSN siap selalu melukukan semua agenda itu melalui kolaborasi dalam pemanfaatan sumber daya siber nasional," sambungnya.

Konferensi juga diramaikan dengan kompetisi Cyber Jawara Security Content diikuti 177 tim atau sekira 530 orang dari seluruh Indonesia.

Ia berharap, para juara pada cyber Jawara Security contest ini dapat melanjutkan prestasi hingga ke jenjang yang lebih tinggi pada kompetisi hacking nasional dan membawa harum nama Indonesia dalam ajang hacking tingkat Asean di Tokyo Jepang dan tingkat Asia Pasific serta ke Las Vegas untuk tingkat dunia. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi