Putri Ketua DPRD Karangasem Ikuti Metatah Masal

Senin, 10 September 2018 : 01.00
Putri Kedua DPRD Karangasem mengikuti prosesi ngeroas massal
KARANGASEM - Kadek Ayu Candra Dewi putri kedua Ketua DPR Kardari I Nengah Sumardi yang mengikuti acara metatah masal tersebut nampak duduk membaur diantara ratusan peserta.

Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Nengah Sumardi sama sekali tidak gengsi untuk mengikut sertakan putrinya dalam upacara metatah masal sebagai rangkaian dari Upacara Ngeroras Masal warga Arya Kanuruhan.

Kadek Ayu yang mengikuti acara metatah masal tersebut nampak duduk membaur diantara ratusan peserta. Tidak hanya putri Ketua DPRD saja, beberapa keponakannya juga turut ikut dalam acara metatah masal tersebut.

Menurut Sumardi, selain karena memang kebetulan putri keduanya itu belum metatah (potong gigi) juga didasari dengan rasa kebersamaan. Dalam upacara seperti ini kita semua setara saling membantu dan saling menguatkan, bukan masalah siapa kita tetapi yang terpenting adalah makna dan rasa kebersamaannya.

"Ya kebetulan putri saya ikut, kita ingin memberi motifasi kepada yang lain agar tidak gengsi dalam kaitannya ikut upacara masal seperti ini, disatu sisi bisa saling membantu namun yang terpenting adalah makna dan rasa kebersamaannya," kata Sumardi.

Pada Minggu (09/9) merupakan puncak dari upacara ngeroras masal setelah melalui berbagai tahapan seperti "ngelungsur don bringin", natak tiyis seperti meotonan dan metatah.

Pada puncak upacara ini juga dilaksanakan berbagai upacara seperti murwa daksina (berputar sebanyak tiga kali searah jarum jam), mepepada, ngeseng (membakar) yang dilanjutkan dengan ritual memineh saat tengah malam nanti.

Rencananya, Senin setelah pukul 12.00 wita penglingsir Pasemetonan Arya Kanuruhan jauh hari juga menyampaikan hari ini merupakan puncak dari upacara Ngeroras Masal. Melihat antusias puluhan ribu warga seperti ini, pihaknya selaku pengelingsir memohon maaf apabila ada kekurangan.

"Rencanya, akan dilanjutkan dengan acara ngayud ke Pantai Jasri, setelah baru tahapan nuntun yang dilakukan pada tanggal 18 sampai 19 September," sambung Kisid selaku Prawartaka Karya.

Pelingsir Wayan Gredeg selaku penglingsir Pasemetonan Arya Kanuruhan mengatakan, hari ini merupakan puncak dari upacara Ngeroras Masal. Melihat antusias puluhan ribu warga seperti ini, pihaknya selaku pengelingsir memohon maaf apabila ada kekurangan.

"Kami berterimakasih kepada seluruh warga, aparat kepolisian dan TNI yang telah ikut bersama sama menyukseskan acara ini, kami juga mohon maaf atas segala kekurangan - kekurangan yang terjadi," kata Wayan Geredeg. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi