Presiden Jokowi Tegaskan Kebebasan Pers Lahirkan Pemerintahan Akuntabel

Sabtu, 29 September 2018 : 00.00
Presiden Joko Widodo saat bincang bersama sejumlah wartawan senior di Yogyakarta/foto:biro pers setpres
SOLO - Presiden Joko Widodo menegaskan media memiliki peran penting dalam membangun demokrasi bahkan dengan kebebasan pers akan melahirkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Kepala Negara menyampaikan hal itu saat membuka secara resmi Kongres XXIV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di The Sunan Hotel, Surakarta, Jumat, 28 September 2018.

Presiden menilai kritik yang disuarakan media dalam demokrasi adalah sesuatu yang wajar. Karena dengan kritik, lanjutnya, pemerintah akan bisa memperbaiki dan membenahi kekurangan yang ada.

"Tapi perlu saya tegaskan bahwa kritik berbeda dengan fitnah, kritik berbeda dengan provokasi. Kritik juga bukan mencari-cari kesalahan. Kritik juga berbeda dengan nyinyir," katanya. Ia mengungkapkan, kebebasan pers menjadi hal yang utama yang perlu dijaga dan menjadi semangat reformasi.

Media harus dilindungi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, karena sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi seluruh rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman kekerasan, termasuk juga para wartawan.

"Karena itu jangan ada yang menghalangi media dalam menjalankan kerja jurnalismenya. Jangan ada yang melakukan kekerasan kepada wartawan yang tengah menjalankan profesinya," tegasnya lagi.

Presiden juga berharap kepada para pemilik media agar memperhatikan betul-betul kesejahteraan wartawan. Hal ini penting, karena menurut Presiden profesi manapun ketika meningkat profesionalitasnya, maka semestinya meningkat juga kesejahteraan.

Di penghujung sambutannya, Presiden pun mengajak para wartawan untuk bersama-sama membangun demokrasi di Indonesia menjadi lebih berkualitas, lebih sehat, dan lebih kuat. Pihaknya juga mengajak untuk bersama-sama menjaga agar rakyat tidak terpecah belah hanya karena beda pilihan politik.

"Ingat bahwa pilihan kebangsaan kita hanya satu, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ingat bahwa persatuan adalah aset bangsa yang harus kita jaga, rawat, pelihara, dan kita pertahankan," tandasnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi