Polisi Batasi Akses ke Nusa Dua, Ini Perhitungan Angka Ganjil Genap

Kamis, 27 September 2018 : 06.13
DENPASAR - Akses kendaraan masuk ke kawasan Nusa Dua selama pertemuan tahunan IMF-World Bank (WB) 8 - 14 Oktober 2018 akan dibatasi dengan pemberlakuan berplat ganjil - genap.

"Penerapan rekayasa lalu lintas ini hanya untuk kendaraan pribadi dan truk angkutan barang. Sedangkan pengendara sepeda motor dan kendaraan umum tidak dibatasi," tegas Direktur Lantas Polda Bali, Kombes AA Made Sudana kepada wartawan, Rabu 26 Oktober 2018.

Penerapan plat ganjil genap ini akan mulai diberlakukan 7 - 16 Oktober. Pembatasan kendaraan pribadi dan angkutan barang itu dilakukan sebanyak dua kali, dari pukul 06.00 Wita - pukul 09.00 Wita kemudian dilanjutkan pada pukul 15.00 Wita - pukul 19.00 Wita.

"Angkanya dihitung dari belakang nomor plat kendaraan. Kalau satu berarti ganjil, kalau dua artinya genap," ungkapnya.

Disinggung soal pembatasan ini dikhawatirkan mengganggu pembangunan fisik yang banyak dilakukan di wilayah Badung Selatan, Sudana mengatakan, pembatasan bukan berarti melarang sepenuhnya.

"Hal ini dilakukan demi menjaga beban jalan pada saat jam sibuk. Setelah jam yang ditentukan, pembatasan otomatis dicabut," tegas mantan Kapolres Tabanan ini. Dikatakan, kendaraan pribadi dan pengangkut beban kembali melintas.

"Mohon permakluman kepada semua pihak yang melalui rute tersebut. Upaya rekayasa lalu lintas ini demi kelancaran acara yang dihadiri belasan ribu delegasi dari seluruh dunia," tuturnya.

Pengecualian dilakukan untuk sepeda motor, kendaraan dinas, ambulans, mobil derek, angkutan umum pelat kuning, angkutan khusus berstiker, serta kendaraan delegasi berstiker. "Angkutan barang bisa masuk khusus yang mengangkut sembako dan BBM,” demikian Sudana.

Sementara Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail, berharap masyarakat yang ada di Bali bisa mendukung program tersebut karena pemberlakuan ini hanya pada saat AM IMF - WB.

"Ini tidak lama, karena akan banyak mobilitas kendaraan dari peserta pertemuan tersebut. Sebanyak 180 negara dan ada 20 kepala negara," imbuh perwira ramah asal Makassar ini. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi