Pesta Kuliner dan Belanja WICSF 2018, Serentak di 12 Provinsi

Sabtu, 29 September 2018 : 11.39
Pembukaan Wonderful Indonesia Culinary dan Shoppinbg Festival di Beachwalk Kuta
KUTA - Kementerian Pariwisata dan Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI) resmi menggelar Wonderful Indonesia Culinary dan Shopping Festival (WICSF) 2018 dan Beachwalk Shopping Center, Kuta, Bali, dipilih menjadi venue opening baru-baru ini. Ajang ini diikuti 150 mall di seluruh Indonesia.

Dalam pembukaan, hadir Staf Ahli Bidang Multikultural Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti, dan Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh. Dalam sambutannya, Esthy mengapresiasi peningkatan jumlah peserta dan provinsi yang terlibat.

“Luar biasa peningkatannnya. Malahan dari ada laporan sebetulnya jumlah peserta yang terlibat itu lebih dari 150 mall. Itu menandakan besarnya minat masyarakat untuk bisa ambil bagian dalam festival ini,” ungkap Esthy Kamis 26 September lalu.

Diketahui, WICSF serentak digelar di 12 provinsi di Indonesia yaitu Jakarta, Pekanbaru, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Timur,

Menurut Esthy, acara ini memang sengaja dihadirkan di dua bulan ini untuk mendongkrak pendapatan dan menarik wisatawan lebih banyak lagi. “Dan pada September-Oktober itu saat low season, makanya kami mencoba mendorong dengan membuat atraksi agar dampaknya bisa menarik wisatawan,” jelas Esthy.

Pemaparan terkait WICSF tahun ini juga disampaikan Vita. Wanita kelahiran 27 Agustus 1964 tersebut lebih merinci nilai transaksi yang bisa didapatkan pada festival WICSF tahun ini. Karena dari satu bulan penyelenggaraan, sebuah mall bisa meraup Rp 1,3 triliun.

Jadi, sebetulnya Rp 1,3 triliun itu didapat dari mall-mall besar. Tapi kalau dipukul rata itu sekitar Rp. 500 Miliar dikalikan per mall. Jadi dihitung tadi sekitar Rp 75 Triliun target yang harus dicapai.

"Dalam kedaan terbaik maupun terburuk, target itu harus tercapai,” tegasnya. Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauzi, menilai pemilihan Bali sebagai lokasi opening ceremony sangat tepat.

“Ini adalah event berkelas yang hadir di tempat berkualitas. Bali adalah destinasi kelas dunia. Dengan reputasinya, WICSF 2018 bisa lebih heboh,” paparnya. Ketua Umum DPP APPBI A. Stefanus Ridwan S, mengatakan kehadiran kembali WICSF di tahun 2018 menunjukkan bahwa animo masyarakat Indonesia terhadap ajang ini sangatlah tinggi.

Tujuan utama diselenggarakannya WICSF 2018 adalah guna mendorong reputasi negara Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia terpadu yang menarik, dengan fokus wisata belanja gaya hidup serta kuliner.

Dengan menghadirkan WICSF 2018, ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan negara ini sebagai destinasi belanja kelas dunia yang kaya budaya.

Indonesia kaya akan ajang promosi dan festival belanja gaya hidup nasional yang diharapkan dapat mendorong angka transaksi, kunjungan, serta popularitas Indonesia sebagai destinasi pariwisata domestik dan mancanegara.

WICSF 2018 menjadi wadah dan roda dalam memperkenalkan ragam pusat belanja Indonesia dan memposisikan mereka sebagai destinasi wisata belanja.

"WICSF 2018 juga menyajikan kuliner pilihan khas Indonesia sehingga wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara, dan pengunjung pusat belanja dapat merasakan nikmatnya cita rasa Indonesia yang unik dan beragam,” tutup Stefanus. (mal)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi