Ombudsman Harapkan Pertemuan IMF-Bank Dunia Tak Ganggu Pelayanan Publik

Sabtu, 22 September 2018 : 01.41
Dialog di Kantor Perwakilan Provinsi Bali Jalan Melati, Denpasar
DENPASAR - Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Umar Ibnu Alkhatab mengharapkan perhelatan pertemuan IMF-Bank Dunia tidak sampai menggangu aktivitas pelayanan publik.

Penyelenggara Annual Meeting IMF-World Bank diminta agar bisa melaksakan pertemuan bergengsi itu dengan baik. Pihaknya berharap penyelenggara mampu meng-handle, karena ini pekerjaan besar, tentu juga butuh energi yang besar juga.

"Betul-betul harus diselenggarakan dengan baik, tidak kemudian menimbulkan kerugian yang merusak nama bangsa,” kata Kepala Ombudsman Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab di kantornya, Jumat 21 September 2018.

Menurutnya, persiapan IMF-World Bank tidak hanya demi kepentingan event belaka, melainkan untuk kepentingan publik secara luas. “Ada aspek pelayanan publik di situ dengan adanya jalan baru dan sejumlah infrastruktur yang baru. Tentu ke depan akan semakin bagus untuk pelayanan publik,” ujarnya.

Meski demikian, Umar mengimbau penyelenggara agar Annual Meeting IMF-World Bank tak berdampak buruk bagi pelayanan publik. “Publik harus tetap normal bekerja, beraktivitas, tidak terganggu oleh penyelenggaraan ini. Jangan sampai penyelenggara membatasi ruang gerak publik,” katanya mengingatkan.

Diketahui, annual Meeting IMF-World Bank akan diselenggarakan mulai 9-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Untuk menyambut event akbar itu, sejumlah fasilitas di Pulau Dewata dikembangkan.

Di antaranya adalah TPA Suwung, pembangunan underpass Ngurah Rai, perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, perluasan Pelabuhan Benoa dan sejumlah hal lainnya. Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara.

Diperkirakan ada 19 ribu delegasi Annual Meeting IMF-World Bank dan delegasi lainnya yang akan datang ke Bali selama pertemuan berlangsung. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi