Lestarikan Budaya Bali, Suarti Group Gandeng Yayasan Luh Luwih

Selasa, 04 September 2018 : 19.04
UBUD - Suarti Group membuktikan kepedulian terhadap Budaya Bali lewat kerjasamanya dengan Yayasan Luh Luwih, berlokasi di Suarti Boutique Village, Jalan Raya Nyuh Kuning, Pengosekan, Ubud, MAS, Gianyar, yang digelar Senin (3/9/2018).

Selain penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU), acara tersebut juga menampilkan Pentas Budaya dan Cultural Dinner.

Diketahui, Suarti group didirikan pada awal 1990. PT suarti mengawali usahanya dari produsen silver dan perusahan ekspor impor yang kini berkembang menjadi satu perusahan holding yang bergerak dibidang budaya , lifestyle, agrobisnis, properti dan hospitality .

Suarti group juga terafiliasi dengan beberapa foundation antara lain IDEP, Forum Peduli Budaya Bali, dan Yayasan Luh Luwih.Menyadari bahwa budaya merupakan akar kehidupan, guna menerapkan budaya Indonesia disetiap lini usaha, baik secara filosofi perusahaan, product, service dan management.

"Hal tersebut melatarbelakangi Suarti Boutique Village dengan ini memberikan wadah dalam rangka pelestarian budaya mengadakan spiritual dan cultural night di resort pertama sebagai langkah awal wujud konservasi budaya," ucap Owner & President Director dari Suarti Group, Desak Nyoman Suarti, yang didampingi Managing director Suarti Group, Arya Primanda Wibisana di sela acara.

Ia menjelaskan sebagai bentuk peduli nyata pelestarian budaya, maka pihaknya akan memberikan tempat berupa open cultural space yang dapat digunakan oleh para pelestari budaya dalam berekspresi, berlatih atau pun menjadi tempat berkumpul sehingga cita–cita Suarti Group dalam pelestarian budaya tersebut tercapai .

Secara simbolis tarian ini merupakan  sebuah penghormatan, persembahan, bentuk sujud bhakti kehadapan Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, alam semesta dengan segala bentuk manifestasinya.

"Sebuah wujud ungkapan kerinduan yang mendalam untuk merasakan perubahan hidup dari segala ketidaknyamanan menjadi nyaman, tenang, damai, sehat, dan bahagia," jelasnya.

Penata tari, Desak Made Ari Rasmi menjelaskan kalau tarian yang akan dibawakan tersebut syarat akan makna spiritual. Spirit ini mencoba menggambarkan sebuah teknik meditasi dalam bentuk sebuah tarian. Meditasi dalam bentuk Gerak Tari Bali dengan iringan musik Gamelan,  vokal (dengan pengucapan mantra-mantra),  dan lukisan mandala (Energi Ratu Bagus).

"Tarian ini adalah Tarian Sang Jiwa (jiwa yang menari)," ujar Ari Rasmi.

Sedangkan, Managing Director Suarti Group, Arya Primanda Wibisana menegaskan acara tersebut tidak hanya sekedar pertunjukan seni biasa, tapi mengandung lebih dari suatu nilai dan makna.

"Setiap bisnisnya Suarti Group menekankan kearifan lokal, dimana mimpi kami merupakan museum kehidupan, maksudnya dari semua tingkah laku maupun tutur kata itu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, kearifan lokal dan budaya itu sendiri." jelas Arya. (mal)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi