Kunjungi Keraton Jogja, Presiden Jokowi Santap Lupis dan Cenil

Sabtu, 29 September 2018 : 01.08
Presiden Jokowi disambut Sri Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Jogja/foto:biro pers setpres
YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo bersilaturahmi ke Keraton Jogja mendapat suguhan sarapan jajan khas Kota Budaya yakni lupis dan cenil. Kunjungan kerja Jokowi ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Jumat, 28 September 2018 diisi dengan bersilaturahmi ke Keraton Jogja.

Tiba di keraton pukul 08.15 WIB, Kepala Negara disambut GKR Mangkubumi dan GKR Condrokirono. Keduanya merupakan putri pertama dan kedua Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan GKR Hemas.

Presiden beserta Sri Sultan dan GKR Hemas duduk bersama untuk menyantap sarapan pagi. Hidangan yang disediakan antara lain ketan ireng (hitam), gatut, lupis, dan cenil.

"Pagi hari ini yang pertama saya bersilaturahmi kepada beliau, Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta seluruh keluarga besar Keraton Jogja. Yang kedua memang saya diundang untuk sarapan pagi bersama," kata Presiden selepas pertemuan.

Sembari menyantap makanan-makanan khas Yogyakarta, ketiganya juga tampak mengobrol. Presiden menuturkan, topik pembicaraan obrolan tersebut mulai dari cerita tentang cucu, hingga masalah negara.

"Yang kedua juga banyak berbicara mengenai cucu. Ya menyinggung sedikit mengenai masalah yang berkaitan dengan negara dan kebangsaan. Ya itu aja," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sultan mengatakan bahwa hubungan dirinya dengan Presiden Jokowi sudah terjalin sejak lama, saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Oleh karena itu, ia menuturkan keduanya sudah terbiasa berkomunikasi sampai sekarang.

"Jadi ya kekeluargaan tadi saya jadi penting, saling silaturahmi jadi sesuatu yang bagi saya jadi penting untuk menjaga hubungan," kata Sultan. Sultan mengatakan tukar pikiran antara keduanya juga merupakan hal yang biasa mengingat keduanya juga duduk di pemerintahan,
.
"Ngobrol-ngobrol kan biasa. Saya kan juga di pemerintahan, beliau di pemerintahan, jadi tukar pikiran kan biasa, yang selama ini juga biasa terjadi. Itu saja. Tapi kan tidak bisa semuanya disampaikan," tutur Sultan didampingi GKR Maduretno, GKR Bendoro, dan KPH Yudhonegoro. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi