Konferensi APACT, Banyak Daerah Sukses Terapkan KTR dan Hapus Iklan Rokok

Jumat, 14 September 2018 : 00.00
Para pimpinan daerah kawasan Asia Pasifik dalam pertemuan APACT ke-12 di Nusa Dua Bali
NUSA DUA - Hilangnya pendapatan dari iklan rokok selama ini masih menjadi kendala atau kekhawatiran banyak daerah sehingga belum maksimal dalam upaya pengendalian rokok dalam mencegah perokok pemula meskipun tak sedikit daerah yang berhasil menghapuskan iklan rokok dengan menggantikan pendapatan dari iklan lainnya.

Ketua Center of Excellent for Tobacco Comtrol  and Lung Health (CTCLH) Universitas Udayana Made Kerta Duana menyatakan hal itu di sela konferensi Asia Pasific Conference on Tobacco or Health (APACT) 12th di Nusa Dua Bali 13-15 September 2018.

Menurutnya, sejumlah isu penting diangkat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat termasuk dalam perlindungan terhadap penyakit tidak menular dengan pengendalian rokok. Selain itu, dengan tidak maksimalnya pengendalian rokok juga bisa berdampak pada tidak tercapainya target kesehatan masyarakat.

"Di sinilah, pentingnya dalam pengendalian bahaya rokok dibutukan komitmen pemerintah daerah," tegasnya.

Dari paparan kisah suskes para pimpinan daerah dalam pertemuan APACT ke 12 itu, mereka mampu menelorkan kebijakan pengendalian rokok yang terbukti bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan berkontribusi bagi daerah khususnya dalam pencegahan perokok pemula.

Para pimpinan daerah yang menyampaikan paparan diantaranyaWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto,Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo , Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

Karena itulah, dalam ajang internasional ini, pihaknya menghimpun para pimpinan daerah dan juga pimpinan tingkat Asia dan Pasifik terhadap upaya-upaya yang mereka lakukan dalam mengimplementasikan kebijakan pengendalian rokok.

Para pimpinan daerah ini banyak berbagi informasi dan setrategi yang disharing kepada Indonesia khususnya bagi daerah-daerah yang selama ini khawatir dalam mengimplementasikan kebijakan pengendalian seperti Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ataupun penghapusan iklan rokok.

Terungkap juga, dari kisah pimpinan daerah itu bahwa kebijakan KTR bisa dilakukan dengan sangat mudah dan efektif yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

Sejumlah daerah dinilai dalam mengimplementasikan kebijakan ini seperti Bogor, Kulonprogo, Surabaya Klungkung, Denpasar dan lainnya termasuk bagaimana menerapkan standar-standar tentang bahaya paparan asap rokok lewat penerapan Perda KTR dan cukup maksimal dalam peniadaan iklan rokok luar ruang.

Sejatinya, isu KTR dan peniadaan iklan rokok di luar negeri sudah tidak menjadi persoalan lagi. Hanya saja, di Indonesia isu itu masih menjadi perdebatan di daerah-daerah.

"Karena itulah, lewat momentum penting ini, dengan sharing suskes story daerah-daerah yang berhasil menerapkan kebijakan KTR ini, bisa mendorong memotivasi daerah lainnya agar bisa menghadapi segala tantangan-tantangan yang ada dengan strategi dan cara-cara yang telah dilakukan daerah-daerah yang sukses dalam pengendalian rokok,"sambungnya.

Pihaknya mengapresiasi pertemuan APACT ini karena semakin meningkatkan komitmen mereka untuk terus berkoordinasi meningkatkan silaturahmi antar daerah maupun dalam kerangka Asia Pasifik, untuk menyatukan langkah dan gerakan dengan menggelar pertemuan rutin lanjutan guna bertukar infomasi dan pengalaman dalam pengendalian rokok. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi