Hasil Verifikasi, Apron dan Fasilitas Pendukung Bandara Ngurah Rai Siap Dioperasikan

Kamis, 27 September 2018 : 06.42
Tim Kemenhub lakukan verifikasi dan evaluasi perluasan apron dan penambahan fasilitas Bandara Ngurah Rai/foto:humas.
BADUNG - Hasil verifikasi dan evaluasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI terhadap perluasan apron dan penambahan fasilitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai siap untuk dioperasikan.

Verifikasi dan evaluasi perluasan apron dilakukan selama 2 hari terhitung mulai dari 24 – 25 September 2018. Setelah verifikasi dan evaluasi awal apron yang dilakukan pada bulan Agustus lalu, pada hari Selasa (25/9) verifikasi dan evaluasi final apron sisi timur dan sisi barat selesai dilakukan.

Hal itu dilakukan menjelang pegelaran _Annual Meeting_ IMF-WBG 2018 yang tersisa kurang 2 minggu lagi.

Verifikasi dilakukan Dirjen Perhubungan Udara selaku verifikator, diwakili Tim Inspektur Navigasi Penerbangan, perwakilan dari Subdirektorat Standardisasi Bandar Udara, serta perwakilan dari Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara serta Perwakilan dari Direktorat Keamanan Penerbangan.

Bertempat di Ballroom Hotel Novotel Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, acara dibuka oleh Sigit Herdiyanto selaku Co. General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai

Sigit menegaskan, verifikasi dan evaluasi final ini terkait persiapan pengoperasian apron baru dan fasilitas pendukung beserta prosedurnya dilakukan Kementerian Perhubungan guna memperbaiki catatan pada verifiksai Agustus lalu.

"Ini bertujuan untuk mendapatkan hasil final, sebelum secara resmi seluruh fasilitas siap dan layak dioperasikan,” tandasnya. Kasi Verfikasi Bandar Udara Prasetiyohadi yang memimpin acara ini mengatakan, “kegiatan _Annual Meeting_ IMF-WBG 2018 ini merupakan kegiatan yang luar biasa.

"Kegiatan internasional yang membawa nama Negara Indonesia dan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal," sambung Pras sapaannya.

Diharapkan pula, memberi nilai tambah bagi Bali pada khususnya serta mampu menampung kebutuhan operasional penerbangan untuk melayani seluruh delegasi Annual Meeting IMF-WBG 2018 tanpa mengurangi pelayanan kepada penumpang dan jadwal penerbangan reguler lainnya.”

Verifikasi dan evaluasi final ini meliputi proses verifikasi di apron barat dan apron timur dengan pengukuran perkuatan apron, pengecekan fasilitas Gedung VVIP, Gedung Base Ops TNI AU Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, _Line Maintenance, Sewage Treatment Plant_ (STP) dan Gedung Parkir bertingkat serta utilitas pendukung.

“Didapatkan kesimpulan, bahwa secara umum seluruh fasilitas Bandar Udara baik Apron baru sisi barat dan sisi timur serta fasilitas pendukung lainnya untuk mendukung program _Annual Meeting_ IMF-WBG 2018 dinyatakan siap dioperasikan,” ujar Pras.

Pada Rabu (26/9), uji coba pertama dilakukan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2622 rute Pudong – Denpasar tepat berhenti pada parking stand nomor 57 di apron barat pada pukul 09.20 WITA dengan membawa 98 penumpang.

Setelahnya dilakukan uji coba pada proyek apron timur, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-727 rute Perth – Denpasar tepat berhenti pada parking stand nomor 61 pada pukul 11.41 WITA dengan membawa penumpang 160 penumpang.

“Mewakili manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung kelancaran kegiatan proses pengembangan, sehingga pada hari ini pengoperasian apron barat dan apron timur sudah bisa dilakukan,” demikian Sigit. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi