Duta Anti Narkoba Ajak Masyarakat Rangkul Pengguna Lawan Pengedar

Selasa, 25 September 2018 : 08.48
Duta Anti Narkoba Queen Astrid/foto:kabarnusa
BADUNG - Masyarakat diminta jangan menjauhi pemakai atau pengguna narkoba sebaliknya menyatakan perang melawan pengedar atau bandar obat-obatan terlarang. Ajakan itu disampaikan Duta Anti Narkoba Queen Astrid di sela Pelatihan Kader Anti Narkoba yang digelar Kemenpora RI di Kuta 24-26 September 2018.

Menurut Astrid, jika ingin menyelamatkan bangsa ini, maka harus dimulai dari generasi muda sebagai penerus. Makanya, perlu dilaksanakan perkaderan melibatkan kaum muda dalam pelatihan khusus pemuda anti narkoba.

Pasalnya, narkoba bukan lagi menjadi ancaman namun sudah nyata menjadi musuh bangsa sehingga harus diperangi. "Kami berikan edukasi kepada anak-anak muda bangsa mulai usia sekolah sampai kuliah," ujar Astrid yang juga Ketua Umum Seniman Jalanan Indonesia itu.

Bahkan, edukasi dilakukan sejak dini saat anak-anak TK, SD, SMP dan SMA. Pasalnya, kini narkoba sudah tidak lagi menyerang kaum muda namun sudah menyasar anak-anak lewat permen, kue hingga mushroom.

"Anak-anak ini perlu kita edukasi anti narkoba, ini juga menjadi bagian dari edukasi mereka untuk menyelamatkan bangsa, ini bentuk bela negara," tegas Duta Sadar Hukum Polda Metro Jaya. Untuk itulah, Kemenpora dan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerja sama dalam bentuk pelatihan khusus dan edukasi.

Ketika bicara soal anak bangsa, kata penyuluh dari BNN ini, maka perlu kolaborasi semua instansi dan masyaraat bagaimana menyiapkan mereka sebagai generasi penerus salah satunya lewat edukasi anti narkoba.

Jadi, edukasi ini menjadi penting, menamkan anak muda ini untuk perang melawan narkoba, karena yang menjadi korban narkoba itu adalah anak-anak bangsa. "Jika bukan kita siapa lagi yang akan menyelamatkan anak bangsa, jika tidak sekarang, kapan lagi," ucap pemain film "Tiga Pilihan Hidup" bersama mendiang Julie Perez.

Pada bagian lain, Astrid mengajak masyarakat untuk menerima merangkul para pemakai atau pengguna narkoba. Sebab, mereka sejatinya adalah para korban, sehinga jangan dijauhi melainkan dengan pendekatan kekeluargaan hingga dilakukan rehabilitasi agar bisa terbebas dari narkoba.

Para pemakai narkoba ini, perlu mendapat perhatian dan dimotivasi agar bangkit, karena mereka bisa menjadi hebat, memiliki masa depan. Hal berbeda dilakukan terhadap para pelaku pengedar atau bandar narkoba, tidak ada kata lain kecuali melawan perang terhadap mereka.

Melalui edukasi ini, menjadi bagian dari pendekatan atau upaya memberikan pelatihan agar mereka generasi muda bisa lepas dari bahaya narkoba. Pelatihan khusus ini juga digelar di beberapa kota di Indonesia sebagai upaya kolaborasi Kemenpora dengan instansi lainnya bekerja sama untuk melawan penyalahgunaan narkoba. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi