Bupati Mas Sumatri Ikuti Prosesi Melasti di Pantai Jasri

Sabtu, 15 September 2018 : 23.30
KARANGASEM - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri ngaturang ngayah mundut penuntun pada prosesi melasti Ida Batara Gunung Agung yang disungsung dari Pura Kahyangan Jagat Penataran Agung di Nangka, Karangasem, Kamis (15/9/2018).

Sepanjang jalan sekitar 20 KM dilalui sampai ke Pantai Jasri, perjalanan pralingga melantaran (beralas kain putih) juga diikuti ribuan masyarakat Karangasem. "Baru kai ini digelar karya agung di pura Kahyangan Jagat itu. Karya ini digelar setelah selesai pemugaran seluruh palinggih di pura itu secara tuntas," ujar Ketua Panitia Karya Ida Made Alit.

Alit menjelaskan, pada zaman Gubernur Bali, Dewa Made Beratha memang dimulai pemugaran palinggih, namun belum tuntas. Setelah lama tak ada kelanjutan pemugaran , Pemda Karangasem pada tahun lalu mulai menuntaskan palinggih itu.

Hal ini, berdasarkan berbagai petunjuk dan ada juga menerima pawisik, tahun ini dengan puncaknya pada purnama kapat digelar karya melaspas dan rangkaian karya agung.

Mntan anggota DPRD Bali itu menambahkan, usai puncak karya pada purnamaning kapat Senin (24/9), Ida Batara Kaaturan malinggih, nyejer selama satu bulan lebih tujuh hari atau selama 42 hari di Balai Pesamuan.

"Ini memberikan kesempatan lebih panjang krama ngaturang penganyar atau ngaturang sembah bakti. ‘’Karya agung ini baru dilakukan panyineban (penutupan) pada 5 November 2018,’’ jelas Alit.

Sekretaris karya, I Putu Arnawa menambahkan, sejumlah keistimewaan karya agung yang diperkirakan baru pertamakali ini, selain jumlah pangiring dan pamundut pralingga Ida Batara hampir mencapai 20 ribu, juga sepanjang jalan digelar kain putih sebagai ‘’lantaran’ atau alas perjalanan dari kain putih yang dilalui Ida Batara.

Dari Pura Penataran Agung di Nangka itu sampai ke Pantai jasri diperkirakan sejauh 16 Km lebih. Perjalanan pamundut dari kalangan karma pengayah Desa Pakraman Nangka berjalan kaki sekitar 16 sampai 20 KM. Seluruh pegawai Pemkab Karangasem serta pelajar pun turut ngaturang bakti serta ngiring melasti.

Untuk memperlancar lalu lintas, sopir truk galian C istirahat atau libur sehari itu, terutama yang akan melintasi jalur utama pamelastian, yakni truk galian C dari galian wilayah Kecamatan Bebandem seperti Butus, Bukit Pawon, Nangka dan Linggasana, serta dari Kecamatan Kubu.

Selain jalur jalan raya lalu lintasnya dialihkan, saat iring-iringan pralingga Ida Batara mulai tampak melintas atau mendekat warga di pinggir jalan sepanjang yang dilewati iringan tidak ada yang berdiri. Namun, duduk dengan rapi dan sembari mencakupkan kedua tangan tanda bakti.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemkab Karangasem Putu Arnawa mengungkapkan, banyak Krama yang pada prosesi melasti ngaturang bakti dengan ngaturang yasa baik berupa minuman atau pun buah-buahan ditujukan kepada ribuan pangiring.

Iring-iringan pemedek melasti hingga ke pantai Jasri disambut juga dengan Tarian Rejang Giri Kusuma secara massal di pinggir pantau Jasri. Ida Batara tedun melasti lan Caru Labuh Gentuh Wisuda Bumi di Segara Jasri ddipuput Ida Pedanda Gede Pasuruan dan Ida Pedanda Gde Jelantik Karang dilanjutkan dengan upacara Mendak Agung di jaba Pura Penataran Agung setelah rauh dari segara dipuput Ida Pedanda Gede Sogata dan Ida Pedanda Gede Putu Ngenjung.

Bupati Mas Sumatri didampingi Wabup Artha Dipa dan Sekda Kab. Karangasem Adnya Mulyadi, usai prosesi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Karangasem yang sangat antusias ngaturang ngayah.

"Baik yang ikut ngiring melasti, ngaturang yasa dan mensukseskan semua rangkaian prosesi melasti ini," imbuhnya. Ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memohon agar melalui prosesi ini, jagat Bali khususnya Kabupaten Karangasem damai dan terhindar dari bencana. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi