Antisipasi Bencana Gunung Agung, Basarnas Terus Mantapkan Koordinasi Potensi SAR

Rabu, 12 September 2018 : 16.19
Pembukaan Rakor SAR Daerah Provinsi Bali
DENPASAR - Mengantisipasi ancaman bencana erupsi Gunung Agung guna meminimalkan jatuhnya korban Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada wilayah kerja Provinsi Bali yakni Kantor SAR Denpasar terus mematangkan koordinasi dengan semua potensi SAR.

Kepala Kantor SAR Denpasar Gede Ketut Ardana Basarnas mengungkapkan, Basarnas harus siap menghadapi segala kemungkinan terburuk jika Gunung Agung kembali meletus sewaktu-waktu. Apalagi, penduduk yang tinggal di sekitar daerah rawan bencana di Kabupatan Karangasem cukup banyak.

"Penanganan bencana harus didukung seluruh stakeholder pemangku kepentingan, baik pemerintah , swasta, masyarakat sehingga bisa meminimalkan korban.

Dalam kerangka itulah maka digelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) SAR Provinsi Bali yang diharapkan dapat mewujudkan sinergitas dan meningkatkan koordinasi setiap operasi pencarian dan pertolongan sehingga secara keseluruhan bisa berjalan cepat dan tepat.

Ditegaskan Ardana, baik pemerintah provinsi, kabupaten, Basarnas, BMKG wilayah III Bali, TNI/Polri serta potensi dan masyarakat setempat harus tetap solid dan bersungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai dampak yang muncul jika Gunung Agung mengalami erupsi.

"Kita betul-betul siap, karena sudah saling mengenal Basarnas, Pemda TNI Polri Provinsi, Potensi SAR dan masyrakat yang hadir di sini, semua kekuatan ini kita berdayakan,  paling tidak bisa memperkecil jatuhnya korban," ujar Ardana di sela Rakorda Basarnas Provinsi Bali di Sanur, Denpasar Rabu (12/9/2018).

Diharapkan, tidak terjadi erupsi Gunung Api Agung namun jika semua menjadi kehendak Tuhan, maka setidaknya sudah dipersiapkan dari sisi personel, peralatan masing-masing yang sudah ditempatkan di pos-pos untuk mendukung keamanan.

Ardana menambahkan, berdasar laporan terkini, kondisi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem baik di kawasan rawan bencana I, II dan III dalam kondisi aman. Petugas dan peralatan juga telah ditempatkan sesuai pos-posnya sampai hari ini.

Disinggung kesiapan personel Basarnas, Ardana menegaskan kesiapannya, tidak terbatas pada personel SAR Denpasar yang berjumlah 124 orang namun juga bisa dikerahkan kekuatan personel lainnya jika dibutuhkan di daerah perbatasan seperti Kansar Mataram, Kupang, Surabaya, Semarang, Yogya hingga grup Basarnas Spesial Team yang berpusat di Jakarta.

Kepala Kantor SAR Denpasar I Gede Ketut Ardana
Pihaknya juga selalu menyampaikan kepada masyarakat terutama di daerah rawan bencana Gunung Agung untuk mematuhi semua himbauan yang disampaikan pemerintah atau pihak berwenang.

"Masyarakat sudah semakin pintar jika terjadi erupsi atau bencana apa yang harus dilakukan seperti saat harus pergi berkebun dan kapan saat kembali ke rumah," imbuhnya.

Sementara itu, Rakor SAR Daerah Bali ini mengusung tema "Melalui Rapar Koordinasi Kita Tingkatkan Kesiapsiagaan dalam Rangka Penanggulangan Bencana Gunung Api Agung Kabupaten Karangasem Bali.

Sejumlah pembicara dihadirkan dari Direktorat Operasi dan Latihan Basarnas, KodamIX/Udayana, BMKG Wilayah III Bali dan BPBD Provinsi Bali. Beberapa pokok bahasan diantaranya UU RI serta Peraturan Pemerintah tentang pencarian dan pertolongan dan peranan Kodam IX Udayana, BMKG dan BPBD dalam penanggulangan bencana Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi