SPMAA Bali Terjunkan SANTANA Gelar Aksi Tanggap Bencana di Lombok

Rabu, 08 Agustus 2018 : 20.27
Tim SANTANA (Santri Tanggap Bencana) dari SPMAA Bali yang diterjunkan membantu korban selamat gempa di Lombok
DENPASAR - Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Bali melalui divisi Sosialnya yakni SANTANA (Santri Tanggap Bencana) melakukan aksi tanggap bencana, membantu korban selamat gempa bumi di Lombok Utara dan Lombok Timur.

Ketua Yayasan SPMAA Bali, Gus Glory Islamic mengungkapkan, Tim SANTANA dari SPMAA Bali dan Tabanan diterjunkan ke Lombok untuk memback up Tim SANTANA SPMAA NTB yang sudah langsung terjun ke lokasi membantu para korban sesaat setelah terjadi gempa besar pada Minggu, (5/8/2018) malam.

Menurut Gus Glory, sesaat setelah gempa Tim SANTANA dari SPMAA Lombok Barat dan Lombok Timur sudah langsung beraksi memberikan pertolongan kepada para korban. Namun karena personilnya kurang, pihaknya lantas menerjunkan Tim SANTANA dari SPMAA Bali dan Tabanan.

"Total ada 30 personil Tim SANTANA yang kamni kerahkan membantu korban gempa di Lombok. Mereka terbagi menjadi dua tim di Lombok Utara 15 personil dan Lombok Timur 15 personil," ujar Gus Glory saat dikonfirmasi, Rabu (8/8/2018) malam.

Menurut Gus Glory, untuk membantu para korban gempa di Lombok Tim SANTANA membuka Posko di Desa Jurong dan Bumbung Kecamatan Sembalun, Lombok Timur dan satu Posko lagi di Dusun Batu Ampar Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Disebutkan, Tim SANTANA yang diterjunkan ke Lombok tersebut terdiri dari Medi SANTANA yang memberikan layanan pengobatan, Logi SANTANA memberikan layanan mendirikan shelter
dan tenda pengungsi, Psiko SANTANA membeberikan layanan dukungan psikososial lewat
terapi Relaksasi 1961 dan pijat terapi serta Edu SANTANA yang memberikan layanan pendidikan untuk anak-anak korban selamat.

Tim SANTANA saat mendirikan tenda untuk Posko di Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Lombok Utara
"Tim SANTANA yang diterjunkan ke Lombok juga membawa bantuan sembako, tenda, selimut, pakaian layak pakai sampai aneka mainan untuk anak-anak. Kami juga membawa genset karena di Dusun Batu Ampar Desa Sokong listriknya masih mati," paparnya.

Ketua Tim SANTANA Bali yang bertugas di Lombok Moh Noor saat dihubungi mengemukakan, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, di lokasi Posko Desa Sokong ruymah warga hampir semuanya roboh akibat gempa.

"Warga semua masih di tenda pengungsian yang mereka dirikan sendiri. Banyak korban yang mengalami patah tulang dan kondisinya memprihatinkan," katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (8/8/2018) malam. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi