Ramah Lingkungan, DSM Bali Kemas Daging Kurban Gunakan Besek Bambu

Rabu, 22 Agustus 2018 : 19.59
DSM Bali menggunakan besek bambu untuk menyalurkan hewan kurban
DENPASAR - Dalam menyalurkan daging kurban Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Sosial Madani (DSM) Bali meninggalkan tas plastik atau kresek sebaliknya memilih menggunakan bambu besek sebagai tempat daging.

Sebagai lembaga yang mengelolah dana umat, termasuk mengelolah pemotongan hewan qurban dan menyalurkan ke berbagai pelosok dan daerah bencana, DSM Bali pada Idul Adha kali ini kembali menjalankan tugasnya.

Tugas DSM Bali tidak hanya memotong dan menyalurkan, tapi, mengemas sedemikian rupa, termasuk memperhatikan kebersihan daging agar sehat dimakan, kebersihan lingkunganpun diperhatikan.

"Karena itu DSM melakukan terobosan unik dengan mengemas daging qurban dengan besek bambu yang ramah lingkungan," jelas Direktur BSM Andy Krisna di kantornya Jalan Diponegoro, Denpasar Rabu (22/8/2018)

Penggunaan besek ini merupakan pengganti kresek atau plastik. Hal ini bisa mengurangi sampah plastik yang tak bisa didaur oleh alam. Dengan besek daging juga lebih aman dari kontaminasi bahan kimia plastik, lebih sehat serta membantu para pengrajin besek untuk lebih sejahtera.

Pada umumnya masyarakat menggunakan kantong kresek atau plastik untuk mengemas daging kurban. Kresek hitam atau berwarna termasuk bahan berbahaya yang dibuat dari proses daur ulang menggunakan zat kimia

Daging yang terkontaminasi zat berbahaya dalam kresek dapat menyebabkan kanker. Penggunaan plastik bening atau foodgrade jauh lebih aman dibanding kresek. "Besek bambu yang kami gunakan bertujuan agar kualitas daging aman dan tidak merusak alam," sambung Andy.

Hal senada disampaikan Manager program DSM Nur Soleh, besek bambu ini dianyam menyerupai kotak persegi. Bagian bawahnya dilapisi daun pisang, Ini juga dalam rangka mengurangi limbah plastik, sehingga ramah lingkungan. Jelasnya

DSM Bali tahun ini menyalurkan hewan kurban Qurban keberbagai pelosok, Bali, kepulauan sapeken, nusa tenggara timur (NTT) Gaza, Palestina, dan Lombok (NTB) yang kebetulan sekarang lagi di landa gempa bencana Alam yang sangat membutuhkan daging qurban. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi