Pomal Lanal Tegal Gagalkan Penyelundupan 16.600 Liter BBM Bersubdisi

Senin, 13 Agustus 2018 : 00.30
TEGAL - Tim Pomal Lanal Tegal berhasil mengungkap aksi penyelundupan 16.600 liter BBM bersubsidi. Komandan Pangkalan TNI-Angkatan Laut (Danlanal) Tegal Lantamal V Letkol Laut (P) Agus Haryanto menyampaikan itu saat Press Conference di Mako Lanal Jl. Proklamasi No. 01, Minggu (12/8/2018).

Pengungkapan kasus BBM ilegal terjadi di Belakang Pasar Beras Kota Tegal Rt. 01 Rw. XI Kel. Mintaragen Kecamatan. Tegal Timur. Saat itu bermula pada saat Tim Patroli dari Unit Intel dan Pomal Lanal Tegal melaksanakan Patroli monitoring wilayah pelabuhan dan sekitarnya.

Tim mendapati gerak-gerik yang mencurigakan dari dua unit kendaraan yang terdiri satu unit truk tangki dan satu unit mobil box freezer sedang melaksanakan kegiatan pemindahan BBM jenis Solar dari mobil box freezer ke dalam truck tangki.

Petugas melaporkan kejadian kepada Pasintel (Perwira Staff Intelijen), Kapten Laut (T) Judiwani melaksanakan pemantauan sambil menunggu keputusan Pasintel yang sedang berkoordinasi dengan Danden Pomal (Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut) Kapten Laut (PM) M. Atfal S.

Atas perintah Danden Pomal dan Pasintel, Tim Patroli melakukan pemeriksaan dokumen tersebut, pada saat dilaksanakan pemeriksaan kedua pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah.

Tim Patroli dipimpin PLH (Pelaksana Harian) Komandan Unit Lanal Tegal Peltu Mes. Suharsono, mengamankan kedua unit kendaraan yang dimodifikasi tangki penimbunan BBM dengan kapasitas muatan jenis Solar sebanyak 600 Ltr dengan Nopol B 9814 WG.

Juga 1 (satu) unit truck tangki dengan dengan Nopol B 9650 BFU berkapasitas muatan jenis Solar sebanyak 16.000 Ltr, turut diamankan ke Mako Lanal Tegal untuk diamankan. Selain kedua kendaraan yang dijadikan barbuk (barang bukti) tersebut, ikut juga diamankan beberapa dokumen penting serta dua orang pelaku.

"Satu orang sebagai pengurus sekaligus pemilik mobil box freezer dengan inisial Fr (37 Th) warga Kota Tegal dan satu orang pengemudi truck tangki dengan inisial Mm (50) warga Tangerang tinggal di Jakarta," jelasnya.

Dari pengakuan pelaku dalam menjalankan aksinya dengan modus operandi, Fr (37) berpura-pura membeli solar harga subsidi diseluruh SPBU Kota dan Kabupaten. Tegal dengan menggunakan mobil box freezer yang sudah dimodifikasi menjadi tangki penimbun BBM, berkapasitas mencapai 4.000 Ltr.

Solar dibeli dipindahkan kedalam truk tangki milik dikemudikan Mm (50) selanjutnya dibawa ke Jakarta dan dijual kembali dengan harga Solar Industri/Non Subsidi.

Agus sapaan akrab Komandan Lanal Tegal ini mengatakan Tim Patroli Gabungan Unit Intel dan Pomal Lanal Tegal berhasil mengamankan pelaku kasus penyelewengan BBM Subsidi, kejadian ini baru terjadi di wilayah Tegal, tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lainnya dengan modus serupa melakukan aksi tersebut diwilayah lainnya

"Kegiatan ini jelas melanggar UU no 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 55 serta Pasal 56 ayat 1 dan 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi 60 (enam puluh) milyar rupiah. Kasus tersebut hari ini juga langsung kami limpahkan ke Polres Tegal Kota selepas press conference," tutup pria kelahiran Kudus ini. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi