Pemerintah Putuskan Mulai Rehabilitasi Rumah Rusak Pascagempa Lombok

Selasa, 21 Agustus 2018 : 18.27
Wapres Jusuf Kalla saat bertemu warga di Pos Penampungan Desa Kekait Gunung Sari, Lombok Barat, NTB/foto:bnpb
LOMBOK BARAT - Pemerintah memulai rehabilitasi rumah rusak pascagempa Lombok di Nusa Tenggara Barat. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan itu saat mengunjungi para penyintas yang masih bertahan di pos penampungan di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB, pada Selasa (21/8/2018).

Saat bertemu warga, Wapres Kalla mengajak mereka untuk membangun kembali. Membangun kembali merupakan pernyataan Wapres, bahwa Pemerintah memulai proses rehabilitasi rumah warga yang rumahnya rusak pascagempa yang berturut-turut mengguncang Lombok dan sekitar sejak 29 Juli 2018 lalu.

"Pembangunan rumah rusak sepenuhnya menjadi tanggung jawab warga penerima bantuan. JK juga menyampaikan merekalah yang akan membangun dan tidak ada kontraktor," pesan Wapres Kalla.

Pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk pembelian material bangunan dan Kementerian PUPR akan memberikan pendampingan cara pembangunan rumah.

Ia mengingatkan, dana bantuan jangan digunakan untuk membeli kebutuhan lain seperti rokok, sepeda motor atau televisi, tetapi dimanfaatkan secara baik untuk membeli material bangunan, semen, seng, kayu atau paku.

"Ibu-ibu juga diharapkan untuk membantu proses pembangunan rumah, seperti mengangkat kayu," ucapnya. Pada saat bertatap muka dengan para penyintas, Wapres Kalla mengingatkan, tidak ada gempa yang membunuh orang, tetapi bangunannya.

Dengan rumah tahan gempa yang akan dibangun kembali, JK berharap agar tidak ada korban lagi karena nantinya mereka memiliki rumah tahan gempa. "Kita mau membangun rumah yang baik, rumah yang tahan gempa, Yang harus dilakukan pembangunan rumah tahan gempa, minimum 9 SR, di sini kemarin 7 SR," kata Wapres menegaskan.

Pembangunan satu rumah memakan waktu penyelesaian dengan target 1 bulan, sedangkan target pembangunan seluruh rumah rusak dalam 6 bulan. Pemerintah memberikan bantuan warga untuk rumah kategori rusak berat sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya telah melatih warga untuk cara pembangunan rumah tahan gempa. Pelatihan cara pembangunan membutuhkan waktu 1-2 hari.

Basuki kembali menyampaikan bahwa mulai hari ini masa rehabilitasi. Kementerian PUPR melibatkan para mahasiswa dari perguruan tinggi dan TNI untuk mengawasi pembangunan rumah.

Kementerian PUPR juga memperbaiki infrastruktur, pembangunan pasar dan sekolah. Sejumlah 43 sekolah dari 500 lebih sekolah rusak sudah mulai pembangunan, sedangkan Kementerian Pendidikan telah mendirikan tenda-tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar.

"Rumah yang terverifikasi mencapai 10.000-an rumah," imbuh Basuki. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi