Pemerintah Luncurkan Program Desaku Menanti di Muntigunung Karangasem

Jumat, 31 Agustus 2018 : 02.00
KARANGASEM- Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Direktur rabilitasi sosial tuna sosial dan KPO Kemensos Dr. Sonny W Manalu meresmikan acara Bimbingan Sosial dan Keterampilan Bagi Warga Binaan Sosial (WBS) Program "Desaku Menanti  di Kabupaten Karangasem 2018.

Program dimaksudkan untuk lebih mensejahterakan warga Mutigunung Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu. Acara diisi peletakan batu pertama pengembangan model "desaku menanti"
di Banjar Dinas Muntigunung Kamis 30 Agustus 2018.

Ketua Lembaga kesejahteraan sosial I Ketut Nerima mengatakan, program penanganan masalah sosial model desaku menanti merupakan salah satu program unggulan penanganan madalah sosial bagi para gelandangan dan pengemis di kementerian sosial RI

Di tahun 2018 ini pemerintah Kabupaten Karangasem berhasil mengakses program desaku menanti, merupakan program yang pertama di Bali.

Sasaran program desaku menanti adalah para gelandangan  dan pengemis dengan jumlah sasaran 50 kepala keluarga terdiri dari 195 jiwa.

Bantuan yang diluncurkan oleh kementerian sosial terdiri dari peralatan untuk membangun 50 unit rumah senilai Rp. 1.500.000.000,  besaran tiao rumah senilai 30 juta, perabotan rumah tangga dngan 50 keluarga  masibg masing Rp. 1.500.000 dengan total nilai Rp.75.000.000, uang jadup untuk 195 orang masing masing Rp. 25.000 per hari selama tiga bulan senilai Rp. 438.760.000.

Juga, pelatihan keterampilan dan pembinaan harkat dan martabat warga gepeng sebanyak 50 orang selama 7 hari senilai Rp.50.000.000, bantuan permodalan untuk masing masing WBS masibg masing Rp.5.000 senilai Rp.250.000.000 dan bantuan Operasional yayasan sebesar Rp.15.000.000 , jadi total keseluruhan bantuan sebesar Rp. 2.328.750.000

Sedangkan pengadaan tanah dan fasilitas Iainya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan  keterampilan yang akan dilatih berupa kerajinan anyaman daun lontar, pembuatan jajanan dan anyaman daun pandan dengan menggunakan instruktur lokal.

Bupati Kaeangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dalam pasal 21 disebutkan : Penanggulangan kemiskinan dilaksanakan dalam bentuk diantaranya penyuluhan dan bimbingan sosial, Pelayanan sosial, Penyediaan akses kesempatan ketja dan berusaha.

Ia melanjutkan, program ini merupakan bagian upaya mewujudkan penanggulangan kemiskinan tersebut. Ini memiliki makna bahwa Gepeng sebagai bagian dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) harus mendapat pelayanan sebagaimana mestinya untuk kesejahteraan mereka.

Tahun 2017 melalui Dinas Sosial Kabupaten Karangasem telah membantu berupa Mesin Pembuatan Dupa dan peralatan /sarana prasarana jejahitan daun rontal serta bantuan pemasaran kepada kelompok warga binaan sosial Eks Gepeng.

Muntigunung ini dapat juga dikembangkan Agro Wisata Mete organik, teh Rosella, buah Lontar dan juga Agro Industri Kreatif dengan berbagai aktifltas industri dan kuliner.

Melalui program Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial dari Dinas Sosial Provinsi Bali bersama pihak Kementerian Sosial RI pada kesempatan ini, nantinya ke depan diharapkan tetap berkelanjutan sesuai tahapan-tahapan yang mesti dilakukan secara bersama-sama dan bersinergi.

Dalam kesempatan itu, Dr.  Sonny w Manalu,  menegaskan, hari ini semua telah menorehkan sejarah yaitu usaha mulia pemerintah dalam mengangkat harkat drajat martabat warga Karangasem yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi

Kalao kita bicara masalah kemiskinan adalah mereka yang terpaksa untuk mengemis dan mengamen, kalau kita ingin menghilangkan kemiskinan maka cabutlah akar kemiskinan tersebut, karna selama ini kita belum mencabut akarnya,

Kabupaten karangasem banyak mendapatkan bantuan itu dikarenakan beberapa hal diantaranya dinas sosialnya sangat proaktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan oleh sebab itu program Desaku Menanti bertempat di karangasem

Program desaku menanti sudah terlaksana di 5 wilayah, diantaranya di Pasuruan di Kota Malang Jawa Timur berjalan dengan baik. (rhm)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi