Pangdam Udayana Minta Penyebar Hoax Bantuan Korban Gempa Lombok Diusut Tuntas

Sabtu, 18 Agustus 2018 : 18.56
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto
MATARAM - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas akun penyebar hoax, terkait dengan beredarnya video yang diposting tiga akun (@sr23_official, Instagram, @IndonesiaNews, dan @DetektifUpin.).

Ketiga akun itu mengunggah sebuah video Prajurit TNI yang membicarakan soal penyaluran bantuan di Lombok, hal ini disampaikan Pangdam ditengah kesibukannya di daerah bencana pada Sabtu (18/8) di Lombok.

Dalam video tersebut Si Prajurit menjawab sejumlah pertanyaan terkait penyaluran bantuan untuk para korban gempa Lombok belum bisa merata.

Pernyataan Si Prajurit itu dipelintir menjadi : PENGAKUAN ANGGOTA TNI yang mengatakan bahwa “bantuan dari pemerintah untuk korban bencana di Lombok NTB tidak merata dan hanya dijadikan ajang pencitraan semata.

Bahkan dalam akun itu, disampaikan banyak relawan mengaku bantuan sempat ditahan pihak Jokowi untuk nantinya diklaim bahwa bantuan tersebut berasal dari Pak jokowi! Tolong bantu viralkan”

Menurut Pangdam Benny, Video berdurasi 58 detik itu sesungguhnya hoax yang secara sengaja ingin mendiskreditkan dan mengadu domba TNI dengan Pemerintah.

Pasalnya, Si Prajurit yang direkam, sama sekali tidak ada mengatakan bahwa bantuan pemerintah untuk korban Lombok adalah sebagai pencitraan, namun demikian, posting-an akun-akun tersebut menjadi viral.

Diakui Panglima, prajurit yang direkam itu adalah prajurit yang ditugaskan di daerah bencana khususnya di Lombok Barat. Jadi, prajurit ini sesungguhnya tidak mengetahu ibagaimana pendistribusian bantuan yang sudah dilakukan di seluruh daerah bencana.

Baik yang ditempuh dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, kendaraan truk besar maupun melalui jalur laut dan udara yang sudah dilaksanakan sejak jauh sebelum dia diwawancarai.

Kemudian dalam proses penyaluran bantuan kepada para korban yang mengungsi di daerah pelosok dan pegunungan, memang terdapat kendala dihadapkan dengan beberapa lokasi yang medannya cukup sulit dijangkau.

Lokasinya sulit dijangkau mobil maupun dengan kendaraan roda dua sehingga TNI bersama unsur terkait lainnya telah berupaya agar bantuan segera dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat.

Petugas berupaya berbagai cara baik dengan dipikul, berjalan kaki maupun dengan menggunakan kendaraan motor trail untuk dapat menjangkau warga yang mengungsi sampai di pos-pos pengungsian yang paling terpencil sekalipun.

"TNI senantiasa bekerja sama dengan unsur terkait lainnya, bekerja keras tanpa kenal waktu untuk meminimalisir segala kendala dan permasalahan yang ada sejak awal penugasan termasuk juga dalam penyaluran bantuan kepada warga masyarakat yang menjadi korban, apapun kendalanya," sambungnya.

Apapun kesulitannya, TNI senantiasa melaksanakan tugas ini dengan niat yang tulus tanpa pamerih untuk segera dapat membantu kesulitan warga masyarakat. TNI sepenuhnya menyadari bahwa masyarakat adalah sebagai ibu kandung, sehingga setiap gerak dan langkahnya juga diabdikan untuk mengatasi kesulitan rakyat.

Karenanya, jika masih ada pihak yang menyatakan kerja keras TNI bersama unsur terkait lainnya sebagai suatu pencitraan, sebagai kekeliruan besar. "Ini sudah memutar balikkan fakta, menghasut, mengadu domba dan menyesatkan masyarakat," tegasnya lagi.

Untuk itu Pangdam meminta kepolisian mengusut secara tuntas para pemilik akun penyebar hoax dan fitnah tersebut agar tidak berkembang menjadi bibit penyakit sosial yang meresahkan dalam suasana keprihatinan masyarakat yang sedang terkena musibah.

"Agar pelaku penyebaran hoax itu diberikan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," pinta Pangdam.

Pihaknya mengingatkan masyarakat agar bijaksana dalam memanfaatkan media sosial, netizen hendaknya tidak secara langsung percaya pada posting-an tanpa ada informasi yang akurat’. "Cek lebih dahulu kebenarannya sebelum ikut memviralkan," tutupnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi