OJK Ajak Masyarakat Berinvestasi yang Benar di Pasar Modal

Kamis, 02 Agustus 2018 : 00.30
Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Hizbullah
DENPASAR- Masyarakat diminta tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan yang menjanjikan dari investasi bodong alias ilegal sebaliknya jika ingin berinvetasi yang benar dengan masuk ke pasar modal.

Kepala OJK Regional Bali Nusra Hizbullah mengatakan kalau mau berinvestasi mulailah dari pasar modal.

Dari data didapatnya, selama 2003 sampai sekarang, investasi bodong bahkan mampu menghimpun dana masyarakat mencapai Rp105 Triliun. Tentu saja, angka itu sangat fantastis bahkan setara dengan dana di pasar modal

Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menggelar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2018 di Denpasar pada tanggal 1-3 Agustus 2018.

Kegiatan ini telah diselenggarakan sejak tahun 2015 di berbagai kota di Indonesia.  Denpasar menjadi kota keempat program SEPMT tahun 2018 setelah Surabaya, Semarang, dan Batam.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat bisa memahami berinvestasi di pasar modal dan sekaligus ha ini bisa mengurangi investasi bodong.

Target dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah pejabat/pegawai Kantor OJK, pelaku bisnis, wartawan, dosen/pengajar dan pelajar/mahasiswa.

Sementara itu, Hingga saat ini terdapat 3 emiten yang berdomisili Kantor Pusat di Bali yaitu PT Bali Towerindo Sentra Tbk, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, dan PT Island Concepts Indonesia Tbk. Kantor Cabang Perusahaan Efek ada 15 yaitu Reliance Sekuritas, Valbury Asia Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, BNI Sekuritas, Sinar Mas Sekuritas, Kresna Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Panin Sekuritas, UOB Kay Hian, OSO Sekuritas, Phillip Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, MNC Sekuritas, dan RHB Sekuritas Indonesia. Manajer Investasi ada 1 kantor cabang yaitu Trimegah Asset Management.

Jumlah investor Pasar Modal sektor saham di Bali per Juni 2018 berjumlah 12.582 investor (sumber data OJK -red).

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Provinsi Bali tahun 2015 yaitu 4.152.800 jiwa, maka jumlah penduduk Bali yang berinvestasi di sektor saham kurang lebih sebesar 0,30% dari total jumlah penduduk.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK IB Aditya Jayantara
"Investasi di saham beda dengan perbankan yang bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selain sebagai investasi," tutur Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK I.B. Aditya Jayantara saat jumpa pers bersama Hizbullah dan Direktur Pengaturan Pasar Modal Luthfi Zain Fuady.
  .
Dikatakam, kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan stakeholder lainnya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah terkait informasi aktual perkembangan di Pasar Modal.

"Kegiatan ini juga, memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman," jelasnya.

Sosialisasi dan edukasi ini juga sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal, dan wujud kongkret dari recycle pungutan OJK.

Berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4% meningkat dari yang sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebesar 3,79%.

Artinya dari 2013-2016 mengalami peningkatan 0,61%. Sedangkan untuk indeks inklusi Nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11% di tahun 2013 menjadi 1,25% di tahun 2016, meningkat 1,14%.  (rhm)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi