Jelang Pertemuan IMF, Kemenhub Verifikasi Perluasan Apron Bandara Ngurah Rai

Kamis, 16 Agustus 2018 : 05.33
Tim Kemenhub melakukan verifikasi apron timur Bandara Ngurah Rai
BADUNG - Menjelang pertemuan IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI melaksanakan verifikasi dan evaluasi awal perluasan apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung dua hari itu diawali pembukaan, dihadiri Manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai diwakili oleh Co. General Manager Sigit Herdiyanto, beserta jajaran pejabat, dan staff.

Pihak Dirjen Perhubungan Udara selaku verifikator, diwakili oleh Tim Inspektur Navigasi Penerbangan, perwakilan dari Subdirektorat Standardisasi Bandar Udara, serta perwakilan dari Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara.

Turut hadir Vice President Airport Operation PT. Angkasa Pura I (Persero) Haruman Sulaksono, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, serta General Manager Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Denpasar.

Acara dibuka Vice President Airport Operation PT. Angkasa Pura I (Persero) Haruman Sulaksono.

“Proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Walaupun waktu pelaksanaan relatif cukup terbatas, namun kita harus tetap menyelesaikan proyek ini secara tepat waktu, serta harus mengindahkan unsur safety dan security,” ujar Haruman dalam membuka acara.

Menurutnya, di sisa waktu serta beberapa kekurangan, supaya segera diselesaikan, sehingga target yang sudah kita tetapkan bersama dapat terwujud karena juga masih diperlukan waktu untuk simulasi.

Hadir mewakili General Manager, Co. General Manager Sigit Herdiyanto dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan apron dilaksanakan dengan kondisi Bandar Udara tetap beroperasi.

Perlu diketahui bahwa pembangunan apron timur dan barat ini dilakukan saat bandara tetap beroperasi, sehingga tim kami saat ini masih menyelesaikan pekerjaan agar bisa diselesaikan tepat waktu.

Kegiatan dilanjutkan proses verifikasi di apron barat untuk mengukur data perkuatan apron baru, penentuan koordinat parking stand baru dengan menggunakan GPS Geodetic, serta koordinat AFL dan SNL baru oleh tim dari Inspektur Navigasi Penerbangan.

“Pengukuran dilakukan untuk mengetahui titik koordinat yang tepat, yang diamanatkan oleh ICAO dengan mengacu pada sistem World Geodetic System 1984 (WGS84),” ujar Inspektur Navigasi Penerbangan, Hendra Ahmad Firdaus.

Inspeksi dilanjutkan di hari kedua (15/8/2018) dengan agenda verifikasi apron timur dan barat oleh tim Inspektur Bandar Udara.

Dalam proses verifikasi, dilakukan inspeksi mengenai dimensi apron, kekuatan landasan, peralatan navigasi, apron lighting, apron marking, serta pengukuran jarak antara ruang keamanan terbatas dengan area publik seperti jalan raya.

Proses verifikasi dan evaluasi awal ini mengacu kepada prinsip safety dan security, sehingga tidak akan ada temuan mayor di verifikasi akhir.

Rangkaian verifikasi fisik ditutup dengan rapat di Ruang Rapat Lantai III di Hotel Novotel, dengan penyampaian hasil verifikasi fisik. Secara fisik dan desain, hasil verifikasi awal proyek perluasan apron baru sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Masukan dari tim verifikator adalah mengenai quality control terhadap finalisasi sisa pekerjaan, serta penambahan infrastruktur tambahan di lokasi apron timur untuk memisahkan public area dengan parking stand.

Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara verifikasi dan evaluasi awal perluasan apron.

Diketahui, proyek pengembangan Bandar Udara dalam rangka mendukung pelaksanaan IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 tersebut ditujukan untuk menambah kapasitas parkir pesawat sebanyak 4 parking stand baru untuk pesawat berjenis narrow body di apron timur, dan 6 parking stand baru di apron timur.

Hasil verifikasi dan evaluasi awal akan menentukan hasil verifikasi tahap akhir menjelang pelaksanaan acara kenegaraan akbar tersebut. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi