Informasi Hoaks Bertebaran Jelang Pilpres, AMSI Ajak Share Berita Positif

Kamis, 09 Agustus 2018 : 16.21
Koordinator Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Bali dan Nusa Yatimul Ainun
JAKARTA - Koordinator wilayah Asosiasi Media Saber Indonesia (AMSI) Jawa Bali dan Nusa, Yatimul Ainun mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan sharing informasi yang dididapat karena menjelang Pemilihan Presiden 2019 banyak bertebaran imformasi hoaks atau bohong.

"Publik harus lebih berhati-hati share infoemasi yang didapat dari media sosial, seperti WhatsApp (WA), Instagram (IG), Facebook (FB) dan media sosial lainnya," jelas Ainun usai mengisi acara melek digital di Denpasar, Kamis (8/8/2018).

Pria berkacamata itu, melanjutkan, menjelang pesta demokrasi itu, saat momentum penentuan calon Presiden dan wakil Presiden, sudah banjir informasi hoaks. "Bahkan, ada juga media mainstream yang terkecoh dengan informasi hoaks dan memberitakan hal itu," ucapnya.

Ia mengungkapkan, secara ilmiah atau ilmu jurnalisme, yang dinamakan berita itu adalah fakta dan bukan opini apalagi fitnah. Yang hoaks itu adalah informasi. Bukan berita.

"Barita adalah fakta. Jika ada berita hoaks, jelas itu tak bisa dikatakan berita. Tapi informasi hoaks. Ini yang salah dipahami oleh publik. Salah menyebutkan," katanya menegaskan.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada semua media mainstream, untuk kompak memerangi informasi hoaks. Apalagi, di era digital yang dahsyat ini. media mainstream harus solid dan satu komitmen untuk memerangi dan memberantas informasi hoaks.

Ainun memberikan soolusi dalam memerangi informasi hoaks yakni dengan memperbanyak share atau menyebarkan berita positif, kreatif dan inspiratif.

"Jika menerima informasi apapaun, harus dicek dulu kebenarannya. Dicek dari mana informasi itu muncul dan apa media yang menyebarkan. Jika bukan media mainstream, bisa diragukan informasi itu kebenarannya," imbuh Pemimpin Redaksi Timeindonesia.co.id itu.

Pada Pilpres 2019 menjadi momentum untuk terus mengkampanyekan informasi yang betul-betul fakta, inspiratif, kreatif dan edukatif.

Dia juga mengingatkan, agar media mainstream tidak hanya mementingkan rating semata. Pembaca jangan disuguhi dengan informasi hoaks. Publik juga mulai sadar diri untuk tidak sebarkan informasi hoaks.

Kewajiban memerangi informasi hoaks itu tidak hanya dilakukan oleh media mainstream, kepolisian atau TNI dan lembaga pemerintah lainya. "Masyarakat, terutama generasi milenial jiga harus bersama-sama perangi informasi hoaks, demi keselamatan bangsa ini," sambungnya.

Ditambahkannya, menjelang Pilpres 2019, politisi, partai politik dan para tim sukses calon presiden dan wakil presiden, harus mengutamakan informasi yang mendidik, jangan malah menjadi pelopor penyebar hoaks, menyebar fitnah apalagi isu SARA.

"Ayo, selamatkan Indonesia dari banjir, bencana atau tsunami *informasi hoaks*. Dalam hati dan pikiran kita harus dipasang hastag yang positif atau *#2019GantiHoaks*," ajak Ainun. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi