Gerakkan Potensi Olahraga Air, Kompetisi Surfing Awali Boost SVF 2018

Kamis, 16 Agustus 2018 : 15.59
DENPASAR - Dalam menggairahkan potens olahraga air di Sanur digelar Surfing Competition sekaligus mengawali perhelatan Boost Sanur Village Festival 2018.

Sebanyak 120 surfer ambil bagian dalam ajang Surfing Competition yang merampungkan empat kelas bergengsi di programnya. Kegiatan dimulai dari babak penyisihan tanggal 10 Agustus hingga final 15 Agustus 2018.

Ajang tahunan SVF yang dimotori Sanur Surfing Community berhasil mempertemukan para peselancar antar club, diantaranya Sanur, Serangan, Jumpai, Keramas dan Kuta.

Empat kelas yang dipertandingkan diantaranya pushing, Under 18, Open dan Master up 40. Ketut Suarta selaku ketua panitia Surving Competition Boost Sanur Village Festival 2018 mengatakan, pada perhelatan tahun ini cuaca sangat mendukung baik, termasuk tinggi ombak yang sangat menantang para surfer.

Ketua Harian 1 Sanur Surfing clun dan Ketua Harian 1 Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Provinsi Bali Suartha menaruh perhatian besar dari kompetisi ini. Banyak atlit junior yang terwadahi dalam club-club surfing memerlukan ruang untuk menguji kemahirannya melalui kompetisi.

"Sanur yang memiliki bentang pantai dan sangat mendukung olah raga surfing, patut dijadikan sirkuit kompetisi. Bakat-bakat atlit surfer junior akan diketahui melalui kompetisi, sekaligus menjadi acuan untuk mengikuti kompetisi yang lebih bergensi berikutnya," tuturnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Umum Boost Sanur Village Festival 2018 Ida Bagus Wisnu Diwangkara. Menurut Gus Wisnu sapaan akrabnya, SVF sangat manaruh apresiasi pada surfing sebagai aset utama olah raga air yang ada di Pantai Sanur.

Melalui Boost Sanur Village Festival 2018, bahwa apa yang telah dihasilkan dari Surfing Competition diharapkan dapat menggerakkan potensi olah raga air ini, khususnya dapat mengangkat nama Sanur dalam kancah dunia surfing sampai tingkat dunia.

Putaran final, untuk 3 kelas juara masing-masing disabet Unit Wild Surfer, Sanur. Wayan Budayasa (juara 1 kelas master), Wayan Yogi Nesa (juara 1 under 18), Rudi Wahyono (juara 1 kelas open), sedangkan satu kelas tersisa yaitu kelas pushing juara pertama diraih AA. Putra Sulaksana dari Hyatt Reef, Sanur.

AA. Putra Sulaksana berhasil mencuri perhatian penonton, peserta maupun team juri. Surfer cilik yang berusia memasuki 7 tahun dan masih duduk di bangku TK ini tidak lain adalah putra atlit selancar angin dunia Oka Sulaksana. Putra berhasil berdiri stabil dan mampu meluncur sempurna di atas papan surfingnya dengan sempurna. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi