Gaya Hidup Digital Tandai Boost Sanur Village Festival 2018

Selasa, 21 Agustus 2018 : 09.45
Boost Sanur Village Festival 2018 menandai digitalisasi layanan publik di Bali
DENPASAR - Digitalisasi layanan publik mulai meramaikan aktivitas masyarakat di Bali sebagaimana digaungkan dalam ajang Boost Sanur Village Festival. Ajang tahunan yang masuk 10 besar festival terbaik Kementerian Pariwisata– kembali digelar 22-26 Agustus 2018 di Pantai Matahari Terbit, Sanur Denpasar.

Ketua Umum Boost Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra –akrab disapa Gusde–mengatakan kerja sama dengan Boost. Diketahui, Boost sebuah platform ekonomi digital milik PT Axiata Digital Service Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari Axiata Digital Services Sdn Bhd, Malaysia.

Perusahaan ini ikut menandai lompatan destinasi wisata ini dalam berbenah diri meramaikan era digital seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

“Pada momen kali ini, kami akan meluncurkan Gowes, aplikasi layanan penyediaan sepeda yang nyaman, mudah, dan ramah bagi pengendara. Fasilitas digital lain yang bisa diakses melalui ponsel sedang disiapkan dan akan menyusul diluncurkan,” katanya saat konferensi pers, Senin (20/8/2018).

Gusde menjelaskan, sarana ini akan dilengkapi dengan berbagai jenis layanan dalam satu aplikasi SanurApps di antaranya transpor mobil listrik, direktori bisnis dan UKM, pembayaran nontunai, serta sejumlah fasilitas lain yang kini sedang dalam proses penyiapan.

Gowes akan diperkenalkan dalam acara seremonial pembukaan Boost Sanur Village Festival Kamis, 23 Agustus 2018. Berbagai mata acara tetap dimulai Rabu, 22 Agustus yang bertepatan Hari Raya Idul Adha, sedangkan seremonial peresmian akan dilakukan Menteri Pariwisata pada hari kedua.

Di sepanjang pantai dan Jalan Danau Tamblingan terdapat 12 titik yang menyediakan 110 sepeda Gowes yang bisa diakses melalui aplikasi ponsel dengan ongkos yang sangat murah. Guna menunjang kelancaran mengakses aplikasi ini, khusus selama pelaksanaan Boost Sanur Village Festival disediakan koneksi gratis internet.

"Bersepeda jelajah desa selain sehat dan ramah lingkungan juga memudahkan pengguna yang leluasa menjangkau wilayah Sanur," sambung Ketua Yayasan Pembangunan Sanur ini.

Sanur yang sangat padat sebagai ruang publik perlu pembenahan yang mendasar dalam layanan transportasi di antaranya dengan uji coba penggunaan tiga mobil listrik bergerak (electric shuttle car) berkapasitas 14 penumpang yang akan melayani warga maupun wisatawan di Sanur.

“Kami akan menambah fasilitas ini hingga 300 unit sepeda dan mengembangkan electric shuttle car sesuai kebutuhan untuk mencapai seluruh wilayah di Sanur,” kata Gusde menegaskan.

Pihaknya akan terus melakukan terobosan untuk layanan yang sehat, nyaman dan efesien. Wisatawan yang kini didominasi generasi melek teknologi dan milenial menginginkan praktik pariwisata yang mudah, cerdas, aman dan semuanya dapat dilakukan dengan ponsel pintar.

Inovasi digital ini diharapkan membawa perubahan pada bisnis pariwisata dalam banyak hal, karena itulah Sanur menangkap peluang ini sebagai bagian dari tuntutan zaman. "Di tengah persaingan antar destinasi yang kian sengit, Sanur harus kreatif menawarkan sesuatu yang menarik perhatian wisatawan,” demikian Gus De (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi