DKLH Badung Dorong Masyarakat Manfaatkan Sampah dengan Metode 3R

Minggu, 19 Agustus 2018 : 15.17
Hasil olahan sampah plastik warga Desa Punggul, Abiansemal Badung Bali
BADUNG- Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup (DKLH) Kabupaten Badung terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memandang sampah plastik agar dikelola sehingga bisa lebih memiliki nilai tambah.

Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan LHK Badung, I Made Jirna mengatakan perubahan bentuk perilaku masyarakat dapat terwujud perlu ada usaha membangkitkan masyarakat dengan mengubah kebiasaan sikap dan perilaku terhadap kebersihan/sampah.

"Masyarakat jangan lagi melihat masalah sampah atau kebersihan didasarkan kepada keharusan atau kewajibannya, tetapi Iebih didasarkan kepada nilai kebutuhan," jelas saat bertatap muka dengan masyarakat Desa Punggul Kecamatan Abiansemal, Badung belum lama ini.

Turut memberikan pandangannya Kasi Kerusakan Lingkungan LHK Badung  I Putu Suantara Kades Punggul Sukarma SKom, beserta Kaling dan I Gusti Jelantik Tokoh masyarakat setempat.

Hal sama disampaikan Kasi Kerusakan Lingkungan LHK Badung  I Putu Suantara, bahwa Peran serta masyarakat dapat dimulai dari skala individual rumah tangga yaitu dengan mereduksi timbulan sampah rumah tangga.

"Teknik reduksi sampah ini dikenal dengan nama metoda 3R (reduce, reuse, recycle)," jelasnya.

Sebagai contoh penerapan metoda 3R dalam kehidupan sehari-hari , misalnya : Untuk pembelian produk-produk, tidak perlu meminta bungkusan ganda.

Kemudian setelah masuk kardus tidak perlu dibungkus lagi dengan kertas. Dimasukkan ke dalam kantong plastik atau memilih produk yang kemasannya cenderung menimbulkan sampah paling kecil / sedikit dapat dipakai berulang kali.

"Selain itu memisahkan sampah basah (organik, sampah dapur, sayur, sisa makanan ) dengan sampah kering (anorganik, kertas, plastik, botol )," imbuh Suantara.

Pembinaan masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah dengan melakukan perubahan bentuk perilaku yang didasarkan pada kebutuhan atas kondisi lingkungan yang bersih yang pada akhirnya dapat menumbuhkan dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam bidang kebersihan.

Sebagaimana disampaikan Ni Kadek Suastiari SE entrepreneur di bidang handmade yang juga konsern terhadap kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat ini .

Menurut Suastiari, perlu adanya sinergisitas antara stakeholder baik itu pemerintah dan masyarakat terkait melawan sampah plastik di lingkungan kabupaten Badung baik terhadap kebersihan lingkungan juga bagaimana memanfaatkan sampah plastic menjadi barang yang berguna.

‘Hal ini salah satu bagian dari merealisasikan visi dan misi Bupati Badung melalui konsep Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan lingkungan,” ujar Dek Edu, sapaanya.

Dengan melibatkan partisipasi masyarakat dengan membina pioneer pioneer peduli terhadap masalah melawan sampah dengan memanfaatkan sampah sebagai nilai tambah pemanfaatannya baik secara fungsi maupun nilai ekonomi seperti bank sampah di lingkungan kabupaten Badung seperti yang dilakukan I Gusti Jelantik,Tokoh dari desa Punggul Abiansemal.

Sementara itu Gusti Jelantik, Tokoh desa Punggul, Abiansemal, Badung membuat inovasi dengan memanfaatkan sampah untuk di recycle di daur ulang untuk dijadikan barang yang bisa memiliki fungsi lainnya seperti meja, asessories, patung, tempat lampu, kursi duduk untuk kesehatan dan pemanfaatan lainnya.

Jelantik menambahkan, kepeduliannya terhadap sampah khususnya karena plastik ini mengandung residu yang tidak bisa terurai sehingga Jelantik memutuskan untuk membuat suatu kreatifitas yang berbahan baku sampah plastic.

"Dengan memanfaatkan sampah dari plastic dan memanfaatkan nya untuk membuat kaki meja, kursi duduk untuk alasnya dari botol ditata sedemikan rupa yang fungsinya untuk kesehatan dan juga membuat tempat lampu, patung mini ogoh ogah serta dan lain sebagainya," demikian Jelantik. (rhm)













Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi