Cuaca Ekstrem Picu Keterlambatan Suplai LPG ke Bali dan Lombok

Rabu, 08 Agustus 2018 : 19.42
Kapal pengangkut LPG saat sandar di TBBM Manggis Karangasem/foto:humas pertamina 
DENPASAR- Pihak Pertamina mengakui suplai LPG ke wilayah Bali dan Lombok lewat perairan mengalami keterlambatan dalam periode 3 minggu terakhir ini akibat cuaca ombak yang ekstrem .

Sales Executive LPG Bali PT. Pertamina (Persero) Rainier Axel Gultom menuturkan, faktor alam menjadi kendala serius dalam suplai LPG.

"Kapal LPG beberapa kali gagal sandar di Depot LPG Manggis walaupun sudah berlabuh," jelas Axel dalam rilis diterima Kabarnusa.com Rabu (8/8/2018).

Dijelaskan, pertimbangan syarat safety ataukeamanan dalam proses sandar dan bongkar muatan, tidak memungkinkan kapal LPG tersebut untuk mendekat dikarenakan ombak atau alun yang sangat keras.

Karenanya, guna menjaga suplai LPG tetap ada di Bali dan Lombok, Pertamina menjalankan pola supply emergency dengan mengalihkan pengisian Skid Tank LPG ke Depot LPG Banyuwangi.

Dengan melihat kondisi perairan, kata Axel masih lebih memungkinkan untuk Skid Tank LPG berlayar.

Hanya saja, pola suplai ini, tentu tidak sama dengan pola suplai normal sehingga menyebabkan waktu dan jarak tempuh Skid Tank menjadi 2 kali lebih lama dan jauh.

"Kondisi inilah yang menyebabkan penyaluran LPG dari SPPBE ke Agen mengalami pembatasan," sambungnya.

Seiring dengan waktu dan cuaca yang sudah mulai membaik, saat ini kita sudah memasuki tahap recovery. Kapal sudah mulai bisa sandar secara normal dan pola supply normal sudah bisa dijalankan kembali.

Ditegaskan, Pertamina bersama Mitra Kerjanya (Agen dan SPPBE) berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan LPG di masyarakat Bali tetap terpenuhi.

Kemudian, dalam masa recovery ini guna memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat akan LPG, maka Pertamina mengadakan Pasar Murah LPG 3 Kg secara serentak pada hari Kamis 9 Agustus 2018 di seluruh kecamatan di wilayah Bali yang dijual sesuai dengan HET di wilayah Bali yaitu Rp. 14,500/tbg.

"Semoga kondisi alam dapat semakin bersahabat dan pelayanan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan LPG bagi masyarakat bisa pulih kembali," harap Axel. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi