Bupati Tabanan Siapkan Pengobatan Sekala Niskala Penari Rejang Sandat Ratu Segara

Kamis, 23 Agustus 2018 : 22.47
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat melaksanakan persembahyangan sebagai ungkapan rasa syukur telah terlaksananya Festival Tanah Lot dan Pementasan Sesolahan Ratu Segara ke Pura Luhur Tanah Lot
TABANAN - Pemkab Tabanan menyiapkan Posko Pengobatan dan Pemulihan Sekala Niskala pascapementasan Rejang Sandat Ratu Segara. Posko dibuka di Kantor Camat Kediri bertempat di wantilan setempat mulai Jumat 24 Agustus 2018 sejak pukul 09.00 wita.

Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melaksanakan persembahyangan bersama guna mengucapkan rasa syukur telah terlaksananya Festival Tanah Lot dan Pementasan Sesolahan Ratu Segara ke Pura Luhur Tanah Lot.

Sekaligus juga permohonan maaf sebagai pemuput karya, apabila di dalam penyelenggaraan ada hal hal yang negatif, Baik sengaja atau tidak aengaja dilakukan oleh penyelenggara ataupun dari para penari Rejang Sandat Ratu Segara.

Kegitan diikuti beberapa kepala sekolah, para camat dan tim panitia penyelenggara Festival Tanah Lot yang dilakukan pukul 14.00 Wita, Kamis (23/8/2018).

Disela persembahyangan, Bupati yang akrab disapa Eka menyampaikan penjelasan kepada para wartawan untuk menjelaskan kronologis sebenarnya, tentang banyaknya pemberitaan negatif pasca pementasan Tari Kolosal Rejang Sandat Ratu Segara.

Untuk itu, perlu kiranya dijelaskan mengenai fakta kebenarannya kepada publik. Bahwa fenomena trance (kesurupan/kerauhan) ini adalah hal yang sering terjadi tidak saja di Pura Luhur Tanah lot saja. Tapi bisa terjadi dimana saja di kawasan suci dan tempat ibadah yg diyakini memiliki kekuatan niskala.

Dan trance merupakan pula unsur manunggalnya kesidian Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan getarannya.

Tarian Rejang Ratu Segara adalah Tarian yg bersifat sakral. Dimana dari awal ditekankan, penari yang menarikan ini dilarang ikut menari apabila sedang kotor kain atau ada hal lainnya yang bersifat cuntaka dan nonteknis.

Tapi fakta di lapangan setelah menurunkan tim investigasi, ditemukan bahwa dari 1800 penari tidak ada yang absen. Semua formasi lengkap tidak tergantikan. Meski dari panitia telah menyiapkan 100 penari cadangan apabila ada yang kotor kain dan lain sebagainya.

"Selanjutnya dari sekian siswa yang kerauhan ada yang memiliki sakit nonmedis bawaan seperti bebainan dan terkena cetik", ungkap peraih Harmony Award ini.

Selain itu, ada indikasi mereka setelah menari tidak mepamit pada saat itu. Padahal sudah disampaikan Bupati Eka, boleh bubar setelah menari namun lebih dahulu harus mepamit.

"Boleh bubar, tapi harus mepamit dulu," ucap Bupati Eka. Karenanya, banyak unsur yang menjadi penyebab kejadian itu. Jadi, Bupati Eka menegaskan, tidak benar bahwa pihak penyelenggara tidak bertanggung jawab.

Mohon lebih bijak menanggapi masalah ini, janganlah menyalahkan tanpa dasar yang benar. Karena sesungguhnya siswi-siswi ini, sangat bersemangat berlatih selama 4 bulan.

"Saya memaafkan apabila mereka tetap bersikeras tampil dengan tidak mengindahkan syarat syarat yang sudah ditentukan dari awal," pesan Srikandi asal Tegeh, Angseri kepada semua pihak.

Yang perlu diantisipasi sekarang, kata Eka, pascapementasan Rejang Sandat Ratu Segara ini, adalah mengupayakan agar efeknya tidak panjang dan membuat kondisi siswa segera pulih dan membaik.

Pemkab Tabanan bersama Yayasan Siwa Murthi Bali dan Dinas Kesehatan Pemkab beserta bagian Kesra telah menyiapkan Posko Pengobatan dan Pemulihan Sekala Niskala di Kantor Camat kediri di wantilan sejak Jumat 24 agustus 2018 dimulai pukul 9.00 wita.

"Bagi mereka siswi-siswi para penari masih merasa tidak nyaman dan berniat untuk diperiksa dapat berkoordinasi dengan kepala sekolah dan camat masing-masing untuk dikoordinasikan," ucap Eka mengingatkan

Bupati Eka juga mengajak semua pihak, membangun bersama-sama, karena dari niat suci akan melahirkan kekuatan yang suci dan mendamaikan semua umat sekala lan niskala.

Diharapkan juga untuk menjaga kondisi tetap kondusif, agar tidak ada provokasi dan memanfaatkan kejadian ini untuk kepentingan suatu kelompok atau pribadi. "Semoga dalam tiga hari ke depan, agar berjalan lebih baik dan normal kembali," harapnya (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi