Bupati Badung Harapkan Pejabat Jadi Teladan dan Jubir Bahaya Narkoba

Sabtu, 25 Agustus 2018 : 00.30
Bupati I Nyoman Giri Prasta menghadiri tes urine BNN Badung di Puspem Mangupura
BADUNG-  Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengharapkan para pejabat bisa menjadi teladan dan juru bicara dalam upaya pencegahan atas bahaya narkoba.

Sebagai bagian dalam upaya itu pula, Pemkab Badung bekerja sama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung melakukan tes urine terhadap seluruh pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Badung, di Puspem Mangupraja Mandala. Jumat 24 Agustus 2018.

Tes urine diikuti Bupati Giri Prasta bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa, dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa.

Bupati Giri menyampaikan terima kasih kepada BNN Provinsi Bali dan BNN Badung yang telah rutin melakukan sosialisasi narkoba melalui media seni dan budaya, maupun testimoni. 

“Kami harapkan BNN provinsi maupun kabupaten, begitu juga aparat kepolisian tetap melakukan komunikasi dan bersinergi kaitannya dengan obat terlarang ini,” katanya menegaskan.

“Kami menginginkan pejabat di Badung menjadi contoh dan menjadi juru bicara bagaimana dampak narkoba kepada generasi muda kita,” kata Bupati Giri Prasta.

Bupati Giri juga meminta kepada RSUD Mangusada untuk membuat pusat rehabilitasi narkoba, sehingga peredaran narkoba di wilayah Badung dapat ditekan seminimal mungkin.

Pemkab Badung sudah sepakat dengan bendesa adat untuk memasukkan nomenklatur narkoba ini ke dalam awig-awig desa adat.

Hadir Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa dan Kepala BNN Badung AKBP Ni Ketut Masmini beserta jajaran BNN Badung. 

Brigjen Suastawa mengatakan, terbentuknya BNN Badung tidak terlepas dari dukungan Bupati Badung, mulai kekuatan porsenel termasuk anggaran operasional yang begitu besar.

Berkat dukungan Pemkab Badung, akselerasi BNN dalam pencegahan, pemberantasan, penanggulangan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) itu berjalan dengan luar biasa cepatnya.

Selain itu Bupati Badung juga memberikan sarana dan fasilitas kendaraan operasional untuk mendukung percepatan pekerjaan dari BNN Badung.

Tes urine ini sebagai upaya implementasi P4GN. Diharapkan, pejabat tidak takut melakukan tes urine, karena tidak akan mungkin diproses hukum.  “Mudah-mudahan tidak ada pejabat Badung yang kena,” jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi karena pararem mengenai narkoba sudah ada di Badung seperti di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan dan Gulingan, Kecamatan Mengwi.

“Mudah-mudahan desa yang lain akan membuat perarem, karena ini melibatkan krama di desa adat itu sendiri. Pararem desa adat berlaku untuk semua krama termasuk di banjar,” jelasnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi