BSN dan Universitas Pakuan Kerja Sama Tingkatkan Pendidikan Standardisasi

Rabu, 15 Agustus 2018 : 06.15
Penandatanganan nota kesepahaman BSN dan Universitas Pakuan Bogor
BOGOR - Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan dengan Universitas Pakuan menandatangani Nota Kesepahaman tentang pembinaan dan pengembangan standardisasi dan penilaian di Bogor, Jawa Barat.

Penandatangan kerjasama dilakukan Kepala BSN Bambang Prasetya dan Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini, Selasa 14 Agustus 2018.

Penandatanganan nota kesepahaman ini meliputi pendidikan dan pelatihan standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK); peningkatan partisipasi akademisi dalam kegiatan SPK; Penyebarluasan informasi dan promosi SPK; Riset dan diseminasi hasil riset di bidang standardisasi; serta pembinaan dan pengembangan lembaga penilaian kesesuaian.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman dengan Universitas Pakuan, maka hingga saat ini BSN telah menjalin kerja sama dengan 54 universitas di Indonesia.

Khusus di wilayah Jawa Barat, BSN telah menjalin kerja sama dengan 4 universitas yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Pakuan.

Universitas Pakuan memiliki 24 Program Studi D3 dan S1, serta Program Pascasarjana (S2) dengan 4 (empat) Program Studi yaitu Manajemen Pendidikan, Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, serta Ilmu Hukum dan Magister Manajemen.

Rubini menyatakan, Universitas Pakuan sangat peduli dengan mutu. Hal ini dibuktikan dengan adanya Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI) yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015. Ia pun menilai, penandatangan ini merupakan salah satu cara untuk menghimbau segenap civitas akdemika dan juga para dosen agar menerapkan budaya mutu.

“Kita harus berorientasi pada mutu karena itu adalah tuntutan masyarakat, apalagi kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Pakuan semakin tahun semakin meningkat,” ujar Rubini.

Bambang menilai sudah sewajarnya Perguruan Tinggi menjadikan standardisasi sebagai salah satu program untuk digalakkan. Hal ini karena standardisasi sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa.

“Kita bisa melihat hubungan antara negara maju dengan standar yang dipakai. Korelasinya pasti positif,” sambung Bambang.

Pihaknya menyarankan agar Universitas Pakuan memiliki SNI Corner, suatu outlet yang menyediakan dokumen SNI yang dapat digunakan sebagai referensi para mahasiswa dalam mendukung pembelajaran.

“Dengan memiliki SNI Corner, mahasiswa dapat dengan mudah mengakses informasi terkait standardisasi,” ujar Bambang.

Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala BSN dan Rektor Universitas Pakuan, juga dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara Pusat Sistem Penerapan Standar - BSN dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan serta perjanjian kerja sama antara Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi – BSN dengan Lembaga Penjaminan Mutu Internal Universitas Pakuan.

BSN berharap adanya kerjasama ini, kedepannya Universitas Pakuan dapat menjadi role model penyusunan kurikulum pendidikan standardisasi di wilayah Jawa Barat. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi