Belanja Publik 81,9 Persen, Bukti Eksekutif dan Legislatif Pro Rakyat Badung

Kamis, 30 Agustus 2018 : 23.00
Sekda Badung Adi Arnawa menyerahkan RAPBD tahun 2019 kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata
BADUNG- Dengan serapan belanja anggaran publik mencapai Rp81,9 persen RAPBD tahun 2019 menunjukkan komitmen kuat eksekutif dan legislatif di Badung memihak kepada kepentingan rakyat.

Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2019 diserahkan  dari Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung Wayan Adi Arnawa diterima Ketua DPRD Badung I Putu Parwata di ruang ketua dewan, MangupuraSelasa (28/8/2018).

Turut hadir, Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata, anggota Komisi I Wayan Regep, serta Sekwan Badung Nyoman Predangga. Wayan Adi Arnawa, Ketua TAPD yang juga Sekda Badung mengatakan bahwa APBD 2019 dirancang sebesar Rp 10,4 triliun lebih.

Anggaran belanja publik 81,9 persen dan belanja aparatur 18,2 persen. Sedangan PAD ditarget sebesar Rp 9 triliun.

Adi Arnawa menegaskan, belanja publik sebesar 81,9 persen menunjukkan bahwa eksekutif dengan legislatif Badung pro rakyat.

“Angka ini dapat menjadi stimulus terhadap program-program pembangunan terkait kesejahteraan masyarakat Badung. Belanja publik yang hampir 82 persen itu lebih banyak ke peningkatan infrastruktur, seperti renovasi GOR Mengwi, jalan lingkar selatan,” jelasnya.

Arnawa optimist angka tersebut dapat tercapai melalui kerja keras semua pihak, eksekutif dan legislatif. Ke depan akan ada sinergitas antara pemerintah dengan legislatif ke lapangan untuk menggali potensi yang ada.

Dalam kesempatan sama, Parwata menyatakan, sesuai dengan peraturan yang ada, pihaknya telah menerima RAPBD 2019 yang akan dibahas dengan Badan Anggaran paling lama 60 hari.

Jika melihat Postur RAPBB 2019 menunjukkan bahwa Pemkab Badung sangat memprioritaskan kebutuhan masyarakat.

"Dalam pembahasan anggaran akan kami bahas kembali. Apakah lonjakan ini signifikan dengan kebutuhan rakyat atau sudah sesuai dengan program yang dicanangkan dalam RPJMD Semesta Berencana. Kami akan evaluasi kembali,” katanya.

Pihaknya berharap, kenaikan APBD 2019 dapat memberikan stimulus kepada masyarakat, sehingga harapan masyarakat terwujud.

“Kami harapkan bisa memberi harapan yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan begitu apa yang menjadi harapan masyarakat seperti pertumbuhan ekonomi, percepatan pembangunan tercapai,” demikian Parwata. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi