Badung Ingin Bangun Pusat Penelitian Tanaman Palawija dan Padi Terpadu

Senin, 06 Agustus 2018 : 23.30
Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan bibit padi unggul ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Klaten Jawa Tengah/foto:humas badung
KLATEN-Pemerintah Kabupaten Badung Bali berencana membangun "Agro Techno Park" (ATP) berteknologi nuklir yang akan menjadi pusat penelitian tanaman palawija dan padi terpadu.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan lapangan ke Gedung Fasilitas "Agro Techno Park" Klaten yang sudah berhasil dikembangkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin 6 Agustus 2018.

"Badung ATP akan mulai dilaksanakan tahun 2019, harapannya dapat menunjang peningkatan pertanian terpadu menuju swasembada pangan dan pertanian kontemporer," ujar Bupati Giri.

Ditegaskna, Pemkab Badung berkomitmen mengembangkan sektor pertanian. Pasalnya, itu salah satu wujud visi misi dan lima prioritas program pembangunan Badung yakni, pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan bagi masyarakat.

Karenanya, bersama pimpinan DPRD dan anggota Komisi III DPRD Badung, Sekda Badung dan kalangan media serta sejumlah Pekaseh datang ke Klaten, sebagai rangkaian Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Badung 2018.

Kunjungan ke Klaten dimaksudkan untuk belajar pengembangan padi varietas unggul dengan sentuhan teknologi nuklir yang telah berhasil dikembangkan di wilayah Klaten.

Sebagaimana dilakukan Klaten, Pemkab Badung juga akan bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang telah berhasil mengembangkan ATP di sejumlah daerah di Indonesia untuk mengembangkan ATP di Badung.

Selain itu, Pemkab akan bekerja sama dengan para petani khususnya petani di Badung Utara yang nantinya akan memenuhi kebutuhan hotel di wilayah Badung Selatan,".

"Kami akan buatkan Detail Engineering Design (DED) pengembangan "Agro Techno Park" bekerja sama dengan Pemkab Klaten dan selanjutnya akan kami siapkan lahan untuk pembangunan ATP," ujar Giri Prasta.

Penanggung Jawab "Agro Techno Park" Klaten, Wahyu Hariadi, mengatakan, ATP Klaten mulai dilaksanakan sejak 2015 bekerjasama dengan Batan. ATP mulai dibangun di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo tahun 2016.

Tiga jenis padi varietas unggul yang dikembangkan ATP yaitu, Impari Sidenuk, Woela dan Cilosari di lahan seluas 10 hektar dan saat ini pengembangan sudah mencapai 187 hektar dengan lahan penangkaran seluas 12 hektar.

"Varietas baru ini mampu menghasilkan 10,5 ton hingga 11 ton per hektar. Dengan keberhasilan pengembangan padi varietas unggul ini, Klaten setiap tahunnya surplus beras mencapai 125 ribu ton," ujar Wahyu Hariadi.

ATP dilakukan melalui pendekatan padi, kedelai dan peternakan dengan sistem terpadu berbasis teknologi dan agrowisata.

"Kami di Klaten ATP juga mengadakan pelatihan dan pembibitan varietas padi dan palawija. Setelah mendapatkan benih, baru akan dikembangkan oleh petani. Selain itu, kami juga memiliki fasilitas pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak," katanya.

Melalui pengembangan tersebut, pihaknya berharap Kabupaten Klaten dapat menjadi daerah suplai benih nasional. Selain itu, di Agro Techno Park juga akan mengembangkan Pasar Agro Beras dengan beras unggulan Rojolele semi-Organik. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi