AJI: Laporan Serat.id Soal Dugaan Plagiat Rektor di Semarang Produk Pers

Senin, 27 Agustus 2018 : 19.58
ilustrasi/net
SEMARANG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menegaskan laporan investigasi dugaan praktek plagiat di sebuah perguruan tinggi di Semarang sebagai produk pers telah memenuhi standar karya jurnalistik.

AJI juga menegaskan pemberitaan portal media Serat.id tentang dugaan terjadinya plagiat rektor di kampus itu merupakan bentuk pemenuhan hak konstitusional warga Indonesia untuk memperoleh informasi.

"Kami meminta Polda Jawa Tengah menggunakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dalam menyelesaikan kasus perselisihan pemberitaan," tegas jelas Divisi Advokasi AJI Semarang, Aris Mulyawan dalam rilis, Senin (27/8/2018).

Hal itu sebagaimana dijamin dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu hal tersebut juga diatur dalam UU Pers.

"Serat.id merupakan situs berita di Kota Semarang penyaji informasi berbasis digital atau internet. Media ini didirikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang pada April 2018," jelasnya.

Dikatakan, media juga merupakan pilar keempat demokrasi untuk mengontrol pemerintah. Dalam hal ini kampus dimaksud sebagai perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Diketahui, Serat.id telah memberitakan investigasi dugaan plagiat tersebut dalam empat laporan yang terbit pada 30 Juni 2018. Kemudian, secara kontinu memberitakan sanggahan dari pihak kampus itu.

Kemudian, pada 21 Juli 2018, pihak perguruan tinggi itu melaporkan Zakki Amali jurnalis Serat.id ke Polda Jawa Tengah terkait Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Aris kembali menegaskan, laporan Serat.id itu adalah produk pers atau karya jurnalistik. Laporan itu harus dilihat sebagai upaya pers nasional untuk memenuhi hak konstitusional warga negara memperoleh informasi.

AJI meyakini polisi sangat memahami fungsi pers sesuai UU Pers. Bila ada sengketa pemberitaan, hendaknya dikembalikan lagi kepada mekanisme penyelesaian sesuai UU Pers.

Hal itu sesuai nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri Nomor: 2/DP/MoU/II/2017 dan Nomor: B/15/II/2017 tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.

"Semestinya, sengketa pemberitaan dilaporkan ke Dewan Pers dan akan diselesaikan dengan mekanisme UU Pers," imbuhnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi