12 Caleg Terancam Hangus, NasDem Bali Tetap Hormati Mediasi Bawaslu

Selasa, 21 Agustus 2018 : 01.00
Ketua DPW Partai NasDem Ida Bagus Oka Gunastawa didampingi pengurus lainnya berikan keterangan pers
DENPASAR - Partai NasDem tetap menghormati proses mediasi yang digelar Bawaslu bersama KPUD Provinsi Bali terkait gugatan yang dilayangkan menyusul terancam hangusnya 12 calon legislatif di Daerah Pemilihan V Kabupaten Buleleng.

Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa menjelaskan, sesuai mekanisme yang ada, telah dilakukan pertemuan mediasi dan dicapai kesepakatan atas permohonan yang diajukan sebagai pemohon dengan termohon KPUD Bali.

"Sudah ada kesepakatan-kesepakatan atas usulan kami sebagai pemohon kepada KPU sebagai termohon, selanjutnya diserakan kepada Bawaslu yang memiliki ranah dan kewenangan untuk melaksanakan sidang pleno sesegera mungkin," jelas Gunastawa dalam keterangan resminya di Kantor DPW NasDem Bali, Denpasar, Senin 20 Agustus 2018.

Untuk itu, karena masih dalam tahapan proses mediasi, pihaknya tidak bisa menyampaikan hak-hal yang berkaitan substansi dan hasil lainnya karena menjadi ranah wewenang Bawaslu.

"Kami tidak bisa sampaikan pada kesempatan sekarang, seperti apa kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai, karena masih tahapan mediasi," tegasnya didampingi Sekretaris DPW NasDem Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti dan Bendahara IGN Bagus Eka Subagiartha

Semua item-item kesepakatan yang dicapai akan disampaikam dibahas dalam sidang pleno Bawaslu. Yang pasti,baik NasDem sebagai pemohon dan KPUD sebagai termohon telah mengajukan item usulan masing-masing yang dibawa dalam sidang mediasi.

Gus Oka, sapaannya, kembali menegaskan, berterima kasih kepada semua elemen masyatakat dan Bawaslu maupun KPUD Bali atas inisiatif yang dilakukan dengan membuka ruang komunikasi yang baik dalam menyikapi masalah tersebut.

"Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua dan dimaknai sebagai upaya membangun demokrasi yang sehat dan saling menghormati," tegas Caleg DPR RI ini.

Di pihak lain, Gus Oka menyayangkan, di tengah proses mediasi yang dilakukan dalam persoalan ini, ada salah satu kader NasDem justru melakukan langkah-langkah yang bisa mengganggu atau membahayakan proses yang tengah dijalankan.

Untuk itu, apa yang dilakukan tersebut menjadi tanggungjawab yang bersangkutan dan secara kelembagaan NasDem Bali tidak mengizinkan dalam konteks permasalahan ini, kader partai menyampaikan komentar atau tanggapan terlebih dahulu.

"Sebab, ini bisa membahayakan upaya-upaya yang kita bangun, ini juga menyangkut keselamatan masa depan termasuk caleg-caleg tersebut," sambungnya.

Karenanya, bagaimanapun, dituntut kedewasaan sebagai kader dan politisi menyikapi masalah sehingga jangan sampai justru melahirkan persepsi dan tanggapan negatif terhadap kinerja lembaga KPU.

Meski diakuinya, dengan keputusan KPUD Bali yang menjelaskan 12 caleg NasDem di Kabupaten Buleleng harus hangus berdasarkan sudut pandang KPU, membuat NasDem kecewa dan tentu saja masalahanya cukup menyedot perhatian masyarakat.

"Kita hormati keputusan KPUD Bali, makanya kita langsung mengajukan gugatan dalam waktu tiga kerja, dan sekarang sudah dicapai kesepakatan mengarah penyelesaian sebagaimana dalam mediasi yang digelar Bawaslu," imbuh Gunasatwa.

Sekali lagi, Gus Oka meminta kader dan pengurus partai besutan Surya Dharma Paloh ini, tetap menahan diri colling down, menunggu proses dan tahapan sesuai mekanisme yang diikuti sekarang. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi