Tulamben Jukung Race Gairahkan Pariwisata Karangasem

Sabtu, 28 Juli 2018 : 06.37
Wisatawan dan masyarakat lainnya antusias menyaksikan Tulamben Jukung Race/foto:istimewa
KARANGASEM- Tulamben Jukung Race serangkaian dengan ajang Festival Pesona Tulamben mampu menarik animo masyarakat dan wisatawan yang tengah berlibur di Kabupaten Karangasem Bali.

Meski sempat diliputi cuaca buruk beberapa hari terakhir dan menimbulkan kekhawatiran dalam pelaksanaan Tulamben Jukung Race akhirnya berjalan lancar di Pantai Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Jumat (27/7/2018).

‘’Lautnya landai, kondisi ombak sangat mendukung. Lomba berjalan lancar tanpa hambatan cuaca,’’ tutur Kepala Dinas Pariwisata Karangasem, I Wayan Astika.

Lomba Jukung Race merupakan salah satu kegiatan dalam Festival Pesona TulamBen yang diarahkan untuk meningkatkan gairah sektor pariwisata di Kecamatan Kubu dan Kabupaten Karangasem secara umum.

Festival Pesona Tulamben dilaksanakan sampai Minggu (29/7/2018) besok, juga menampilkan beragam kuliner khas Karangasem, atraksi seni budaya.

Guna menghibur wisatawa dan masyarakat dilaksanakan parade budaya menampilkan beragam potensi seni dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pelaksanaan kali ini sudah merupakan yang kedua kalinya.

Astika mengatakan Festival Pesona Tulamben diselenggarakan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tulamben.  Event dikemas dalam bentuk pesta rakyat yang menampilkan potensi Tulamben dan sekitarnya. Menampilkan aktivitas bahari para nelayan dan kegiatan pelestarian terumbu karang.

Ada juga edukatif melibatkan para siwasa se-Kubu berupa kegiatan yang menggugah rasa cinta pada lingkungan. Festival Pesona Tulamben juga sebagai salah satu upaya recovery pariwisata Karangasem pasca-aktivitas Gunung Agung.

"’Bahwa Tulemben tak hanya memiliki potensi alam bawah laut, meelalui event ini kita ingin publik mengenal Tulamben lebih dari sekedar itu,’’ jelasnya.

Pada gelaran Jukung Race, dilombakan jenis jukung tradisional  dengan 100 perserta dan 50 jukung. Jukung race merupakan lomba kecepatan dengan menggunakan biduk ataupun layar sebagai tenaga pendorongnya.

Lewat kompetisi yang ketat, I Ketut Budi dari Kelompok Nelayan Mina Bahari berhasil menjadi juara pertama disusul Gede Selamat dari Mina Segara sebagai juara kedua dan Ni Nengah Takur dari Penyimpenan sebagai juara ketiga.

Banyak wisatawan asing yang tertarik menonton lomba adu cepat jukung nelayan tersebut seperti mereka yang menginap di vila-vila di Banjar Batudawa, Tulamben.

Tokoh-tokoh masyarakat juga menilai Festival Pesona Tulamben menjadi salah satu sarana untuk mensosialisasikan potensi Tulamban kepada masyarakat luas.

Bendesa Adat Beluhu, I Komang Sartika, mengakui Kecamatan Kubu termasuk Tulamben punya potensi galian C namun cukup banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

"Kami ingin sektor pariwisata kembali  menggeliat karena sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat,’’ harapnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi