Rip Curl Cup 2018 Dongkrak Pariwisata Desa Pecatu

Selasa, 03 Juli 2018 : 09.58
BADUNG- Kompetisi bergengsi para surfer, Rip Curl Cup 2018 terselenggara kembali tahun ini di Bali. Tepatnya, di Pantai Padang Padang, Labuhan Sait, Pecatu, Kabupaten Badung.

Banyak dukungan mengalir,  terlebih lagi masyarakat Desa Pecatu, yang menjadi lokasi berlangsungnya acara pada 1-31 Juli 2018.

"Kami mengapresiasi acara Rip Curl Cup ini yang sudah menjadi event tahunan di Padang-Padang. Banyak potensi peselancar lokal yang sudah diakomodir oleh pihak Rip Curl, salah satunya Mega Semadhi, pelopor kegiatan surfing di Desa Pecatu,” ujar Kepala Desa Pecatu I Made Karyana Yadnya Minggu (1/7/2018).

Selain itu, dari event ini, salah satunya dapat mendongkrak pariwisata budaya Desa Pecatu dari segi kearifan lokal. Dan memberdayakan masyarakat lokal sekitar.

Ratusan wisatawan domestik dan mancanegara berkumpul menyaksikan opening dan kompetisi surfing ini. Sehingga berpotensi baik (lokasi wisata, red) lebih banyak dikenal.

Ia mengharapkan, ada kaderisasi dari para pemuda lokal, sehingga ke depan  generasi muda dapat berkolabarasi dengan Rip Curl. Dan mewujudkan kegiatan yang lebih besar lagi.

Marketing Manager Rip Curl, SE Asia James Hendy menambahkan enam belas peselancar yang terdiri dari delapan surfer terbaik Indonesia dan delapan lainnya merupakan peselancar terbaik dunia, siap untuk mengambil alih perhatian dunia dari kejuaraan tur top-34, yaitu “Rip Curl Cup 2018”.

Satu-satunya kriteria untuk bisa mendapatkan kesempatan berlomba di kejuaraan ini adalah dari penampilan terbaik pada ombak terbesar dari semua gulungan ombak di planet ini.

“Jadi, harus memiliki rekam jejak yang sudah terbukti di gulungan ombak kelas dunia dan juga ombak yang penuh dengan konsekuensi, baik itu berselancar dengan memakai sepatu bot dan wetsuit setebal 6 mm ataupun hanya memakai boardshorts di karang Indonesia yang mistis ini,” kata Hendy, didampingi Gamelia Carbery (Head of Media Communications Rip Curl SE Asia), usai membuka kompetisi.

Para surfer bisa mengetahui siapa yang akan mereka lawan di putaran 1 dan 2 pada “Rip Curl Cup 2018” ini, tidak akan ada surfer yang tersingkir setelah putaran pertama. Sebaliknya, dua skor tertinggi yang mereka dapat dari putaran 1 dan 2 akan digabungkan, selanjutnya kedelapan surfer dengan total dua ombak tertinggi dari putaran 1 dan 2  yang akan berkesempatan melanjutkan ke semifinal.

Adapun 16 peselancar yang diundang untuk berkompetisi di “Rip Curl Cup 2018”, masing-masing Jay Davies, Jack Freestone, Jack Robinson, dan Jacob Willcox (Australia), Mason Ho (Hawaii), Damien Hobgood (USA), Gearoid McDaid (Irlandia), Bruno Santos (Brazil). Sedangan 8 peselancarIndonesian, yaituBol Adi Putra, Mega Artana, Mustofa Jeksen, Alik Rudiarta, Mega Semadhi, Agus “Blacky” Setiawan, Garut Widiarta, dan Lee Wilson.

“Surfing dan sepak bola adalah dua olahraga terbesar di negara saya. Akan menjadi impian saya untuk bisa membawa pulang piala Rip Curl Cup yang indah ke Brasil di saat yang sama,” ucap undangan asal Brasil, Bruno Santos.

Menurut prediksi Surfline, beberapa gelombang ombak untuk Rip Curl Cup sudah terlihat di kaki langit dan gelombang pertama dijadwalkan tiba untuk menghantam Padang Padang (5-8 Juli 2018).Gelombang yang tumpang tindih ini akan mengarah ke selatan sebanyak 200 derajat, dan sebagian akan membayangi Padang Padang.

Pada upacara pembukaan diakhiri pertunjukan tari tradisional Kecak dengan harapan para Dewa di Bali memberikan izin dan restu untuk penyelenggaraan kontes di tempat suci ini, sekaligus mendatangkan gelombang ombak yang diharapkan para surfer dunai tersebut. Para surfer juga berdoa agar bisa mendapatkan nilai 10 dan bisa memboyong pulang piala “Rip Curl Cup 2018”.  (mal)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi