Ratusan SMK Implementasikan Kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda

Senin, 23 Juli 2018 : 10.55
Peserta program Kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda yang dilakukan PT AHM/foto:istimewa
JAKARTA- Program Kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) sejak delapan tahun silam terus dikembangkan bahkan kini telah diimplementasikan di 667 Sekolah Mengah Kejuruan (SMK) mitra binaan di 31 provinsi di Indonesia.

Tidak hanya itu, alumni yang dihasilkan program ini tercatat sudah bekerja sesuai dengan keterampilan yang dipelajarinya.

Hal itu sejalan dengan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil dunia industri di berbagai sektor saat ini di mana dunia pendidikan menjadi ujung tombak pemenuhan kebutuhan ini.  Melalui pendidikan vokasi di SMK yang diharapkan mampu melahirkan alumni terampil, berkarakter, dan mumpuni untuk bersaing memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dunia industri.

Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden No 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Kurikulum SMK disempurnakan dan diselaraskan dengan kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja. SMK diharapkan mempunyai partner industri untuk menjaga kualitas lulusan yang link and match dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini.

PT Astra Honda Motor (AHM) turut aktif menyukseskan upaya link and match dunia pendidikan dan dunia industry. Salah satunya seperti yang dilakukan

Sejak delapan tahun silam dengan mengembangkan program Kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda.

Program bertajuk Pendikan Satu Hati ini kini telah diimplementasikan di 667 SMK mitra binaan di 31 provinsi di Indonesia. Alumni yang dihasilkan program ini tercatat sudah bekerja sesuai dengan keterampilan yang dipelajarinya.

Siswa lulusan SMK yang mengajarkan Kurikulum TSM Astra Honda terbukti telah memiliki daya saing tinggi untuk dalam mengisi lapangan pekerjaan di industri otomotif.

Tahun lalu, sebanyak 42% pasokan tenaga mekanik baru di bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) berhasil diisi oleh lulusan SMK TSM Astra Honda.  Pada semester pertama tahun ini pun bertambah 157 orang seiring kebutuhan yang lebih luas di jaringan main dealer Honda.

"AHM membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi lulusan TSM Astra Honda untuk bekerja sebagai operator pabrik di Sunter, Cikarang, atau Karawang. Sekitar 96% kebutuhan operator baru dipasok oleh lulusan SMK mitra binaan AHM," tutur Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin di sela diskusi pengembangan program pendidikan Satu Hati, Selasa (17/7/2018).

Tak hanya memiliki daya saing tinggi di industri otomotif, sebanyak 102 lulusan TSM Astra Honda juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang sekitarnya melalui usaha bengkel Mandiri.

Guna mendukung kemajuan usaha yang dijalankan, melalui Astra Honda Youthpreuner Program, AHM menggandeng beberapa wirausaha muda terpilih ini sebagai mitra untuk mendapatkan pembinaan dan dukungan khusus yang tidak diperoleh pengusaha bengkel muda lainnya.

Siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, atau memilih untuk masuk universitas dan perguruan tinggi saat ini terdata 731 lulusan dari tahun ajaran sekolah 2017.

Muhibbuddin mengungkapkan sejalan dengan upaya pemerintah melakukan revitalisasi SMK, AHM pun turut menguatkan upayanya dalam meningkatkan kualitas implementasi kurikulum TSM Astra Honda di setiap SMK binaan di seluruh provinsi di Indonesia.

AHM saat ini bahkan tengah menyempurnakan Kurikulum TSM Astra Honda dengan muatan bisnis dan wirausaha yang nantinya akan melahirkan kurikulum baru berlabel Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda.

”Melalui pendidikan vokasi Astra Honda, kami ingin kompetensi generasi muda alumni SMK dapat semakin berkualitas. Tidak hanya bermanfaat bagi industri tapi juga bisa menjadi wirausaha mandiri. Karena itu, kami berusaha mengoptimalkan rantai bisnis yang dimiliki Astra untuk kemajuan alumni SMK mitra binaan kami," sambungnya.

Mereka bisa berwirausaha sendiri atau bekerja di perusahaan atau melanjutkan kuliah dengan sistem yang terus kami kembangkan secara komprehensif dan terintegrasi.

,” ujar Muhibbuddin di sela diskusi pengembangan program pendidikan Satu Hati, Selasa (17/7/2018).

Vokasi Terstandardisasi

Program SMK TSM Astra Honda diinisiasi oleh AHM sejak 2010 setelah Kementerian Pendidikan & Kebudayaan membuka kompetensi keahlian baru di SMK bernama Teknik Sepeda Motor. Kualitas program SMK TSM Astra Honda diapresiasi berbagai pihak, baik dari lingkungan pendidikan, pelaku usaha, maupun pemerintah. Salah satu bentuk kepercayaan diwujudkan oleh pemerintah melalui Kementerian Perindustrian yang menggandeng AHM sebagai mitra utama pengembangan SMK Pilot Project program pendidikan vokasi industri berbasis “Link & Match”.

Mulai tahun 2016, sebanyak 6 kali kemitraan Kemenperin dan AHM diwujudkan melalui 135 SMK di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Sumatera bagian Utara, serta Mei tahun ini merambah ke wilayah Sumatera bagian Selatan.

Saat ini, kurikulum TSM Astra Honda diimplementasikan di sekitar 20% dari total 3.271 SMK yang memiliki jurusan kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) di Indonesia. Melalui Program Pendidikan Satu Hati, AHM bersama jaringan main dealernya secara terstruktur berusaha meningkatkan kompetensi para guru di 667 SMK binaan melalui program pelatihan teknik berjenjang dengan materi yang sudah disiapkan para instruktur berdasarkan perkembangan teknologi sepeda motor terkini.

Para guru inilah yang nanti mengajarkan Kurikulum TSM Astra Honda kepada para siswa dengan peralatan praktik dan laboratorium yang sudah distandardisasi oleh AHM. Bagi para siswa, AHM memberikan kesempatan untuk melakukan magang atau praktik kerja industri di jaringan AHASS sebelum kompetensinya nanti diuji di penghujung masa sekolah siswa yang akan lulus.

“Kami mengintegrasikan pembelajaran vokasi bagi siswa ini mulai dari teori, praktik sampai magang kerja dalam sebuah sistem yang terstandardisasi. Kami memfasilitasi siswa untuk belajar langsung teknologi terkini di sepeda motor dengan harapan mereka benar-benar siap memasuki dunia kerja setelah lulus SMK,” ucap Muhibbuddin. (nad)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi