Presiden Jokowi: Persaudaraan Sesama Anak Bangsa Jangan Luntur Karena Perbedaan Politik

Senin, 23 Juli 2018 : 09.00
Presiden Joko Widdo menghadiri hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta/foto:biro pers setpres
JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengingatkan jangan sampai rasa persaudaraan persatuan antaranak bangsa sampai luntur karena adanya perbedaan pandangan politik.

Menurutnya, keberagaman dan persatuan merupakan aset terpenting yang dimiliki bangsa Indonesia. Aset yang juga menjadi kekuatan besar bagi bangsa ini tersebut hendaknya bersama-sama kita rawat dan pelihara bersama.

Sebagai politisi, Jokowi berharap agar keberagaman dan persatuan tersebut tetap dijunjung tinggi di tengah dinamika pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia.

Ia tidak ingin rasa persaudaraan kita sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air luntur hanya karena perbedaan pandangan politik.

"Gara-gara apa? Para politisi kita tidak memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat agar kedewasaan dalam berpolitik semakin baik," ujarnya di Peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-20 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu  22 Juli 2018 malam.

Sudah menjadi tugas bersama untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat dalam tiap kesempatan.

Masyarakat pun akan semakin dewasa dalam menentukan sikap politiknya apabila para politisi yang bersaing tetap mengedepankan dan menunjukkan sikap kedewasaan berpolitik kepada masyarakat.

"Tetapi kalau kita sudah mengartikan kebebasan berekspresi dan berpendapat itu asal ngomong dibolehkan, ya akan berbeda hasilnya," katanya mengingatkan.

Bagi Jokowi yang telah merasakan kompetisi politik sejak tingkatan wali kota ini mengaku sering merasa sedih ketika melihat sekelompok orang yang menjelekkan sekelompok lainnya hanya karena berbeda pemahaman dan pandangan politik. Padahal dalam bermasyarakat, sudah memiliki norma-norma agama, budaya, dan etika yang kesemuanya tak menghendaki perselisihan.

Hal inilah yang sering dilupakan apalagi elite-elite politik baik di daerah, kota, kabupaten, provinsi, maupun nasional bahwa ini dilihat oleh rakyat.

"Jangan sampai energi kita habis gara-gara saling mencela, mencemooh, dan memaki di antara kita sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air," demikian Jokowi. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi