Presiden Harapkan Pondok Pesantren Mampu Perkuat Ekonomi Umat

Sabtu, 21 Juli 2018 : 00.30
Presiden Joko Widodo menghadiri MUnas IKA PMII di Jakarta/foto:biro pers setpres
JAKARTA- Presiden Joko Widodo mengharapkan pondok pesantren di Tanah Air bisa turut memperkuat ekonomi umat.

Menurut Jokowi, mencetak sumber daya manusia unggul bukanlah hal yang instan. Pemuda dan pemudi Indonesia harus terlebih dahulu ditempa agar mampu bersaing. Terkait hal itu, Kepala Negara meyakini bahwa investasi di bidang sumber daya manusia mutlak dilakukan.

"Ini saya kira hal yang sangat riil karena ke depan menyongsong perubahan besar ekonomi global. Tidak ada kata lain bahwa investasi di bidang sumber daya manusia menjadi kunci bagi kompetisi kita dengan negara lain," ujar Presiden dalam Pembukaan Musyawarah Nasional ke-6 Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 20 Juli 2018.

Pemerintah menyadari potensi yang dimiliki lingkungan pondok pesantren di Indonesia, baik sebagai pusat penempaan SDM unggul, maupun potensi dari perekonomian umat yang ada di dalamnya.

Beberapa waktu belakangan, banyak kebijakan pemerintah ditujukan untuk lebih memberdayakan pondok pesantren. Sebut saja pembentukan Bank Wakaf Mikro di lingkungan pondok sebagai bagian dari upaya untuk memajukan ekonomi umat.

"Kita tahun ini telah membangun 40 Bank Wakaf Mikro di pondok-pondok pesantren. Tetapi kalau ini kita lihat benar bermanfaat bagi umat dan komunitas bisnis yang ada di pondok, ini juga akan kita besarkan dalam jumlah yang lebih banyak lagi," kata Presiden.

Melalui pembentukan Bank Wakaf itu, Presiden berharap agar para santri di pondok pesantren dapat memanfaatkannya dan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan diri dengan keterampilan dan keahlian di dunia kerja dan usaha.

Dengan itu diharapkan akan lahir lebih banyak SDM-SDM unggul yang mampu bersaing dari lingkungan pondok pesantren.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah menyiapkan sarana pelatihan yang disediakan secara khusus di lingkungan pondok pesantren.

Secara khusus, Presiden meminta Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, yang merupakan alumni PMII sekaligus Sekjen IKA PMII untuk menjalankan program itu.

"Pak Sekjen (IKA PMII), Pak Hanif, telah mencoba tahun ini 50 balai latihan kerja komunitas di pondok pesantren. Tahun depan saya sudah perintahkan untuk dibangun minimal 1.000. Kita akan bantu di pondok-pondok pesantren berupa gedung, peralatan, dan infrastruktur," ucapnya.

"Karena kita memiliki hampir 29 ribu pondok pesantren yang saya kira membutuhkan pelatihan-pelatihan keterampilan bagi santri-santri yang ada di pondok pesantren," ia melanjutkan.

Pada bagian akhir, Jokowi menyampaikan harapannya agar para alumni PMII dapat bekerja sama dengan pemerintah mewujudkan visi besar tersebut untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara.

"Dengan kerja sama itu, insyaallah pondok pesantren akan maju, para santri makin maju, dan dengan begitu Indonesia juga akan menjadi maju. Menjadi negara yang _baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," imbuhnya. (rhm).

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi