Masyarakat Karangasem Kenang Perang Besar Tanah Aron

Minggu, 08 Juli 2018 : 01.00
KARANGASEM-  Pemkab Karangasemmenggelar apel dalam rangka memperingati Perang Besar Tanah Aron Sabtu 7 Juli 2018.

Peringatan digelar dalam upaya menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan dan mengenang pahlawan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan mengambil makna yang terkandung dalam Pertempuran Perang Besar Tanah Aron yang terjadi 7 Juli 1946.

Berbeda dengan tahun lalu, mengingat erupsi Gunung Agung terus terjadi, peringatan yang biasanya di Tugu Perjuangan, Banjar Dinas Tanah Aron, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, kini digelar di Tugu Pahlawan Ciung Wanara, Amlapura Bali.

Desa Buana Giri merupakan wilayah Kabupaten Karangasem yang masuk radius 4 km dari puncak Gunung Agung atau kawasan rawan bencana (KRB) I.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, dalam sambutannya sebagai inspektur upacara dibacakan Dandim 1623/Karangasem Benny Rahadian mengatakan,Perang Tanah Aron sebagai pertempuran bersejarah diperingati untuk menggugah kesadaran masyarakat dan generasi penerus perjuangan bangsa.

"Selain itu, guna mempertebal rasa patriotisme dan nasionalisme kebangsaan. Perang Besar Tanah Aron merupakan hari bersejarah mempertahankan kemerdekaan RI yang dimenangkan pasukan induk pimpinan Letkol I Gusti Ngurah Rai," katanya.

Lewat momen peringatan Perang Besar Tanah Aron diharapkan dapat diwujudkan kesejahteraan rakyat secara bermartabat dan berkualitas.

Dengan pengamalan nilai-nilai perjuangan bangsa, maka rasa nasionalisme, kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dapat ditingkatkan dan dilestarikan, dengan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan dan pribadi serta tidak mudah terprovokasi.

“Upacara Peringatan Perang Besar Tanah Aron ini bertujuan  untuk menumbuhkembangkan nilai kepahlawanan agar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI,” tegas Bupati Sumatri.

Pihaknya mengajak semua pihak merapatkan barisan untuk mewujudkan Kesejahteraan rakyat, sehingga Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Karangasem pada khususnya menjadi masyarakat yang cerdas, bersih, bermartabat berdasarkan Tri Hita Karana mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera. (rhm)



Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi