Bertekad Majukan Klungkung, Kadek Yustiawati Nyaleg DPRD Bali

Kamis, 19 Juli 2018 : 21.33
DENPASAR- Calon anggota legislatif Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati yang diusung PDI Perjuangan untuk DPRD Bali Dapil Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan anggaran pembangunan demi  kemajuan masyarakat di kabupaten berjuluk "Bumi Serombotan" itu.

Soal motivasi kuatnya maju dalam Pemilu Legislatif tak lain karena dorongan untuk mengabdikan dirinya membangun daerah. 

Bagi perempuan kelahiran 11 Desember 1992 itu, mengabdi pada masyarakat merupakan keinginannya sejak lama. 

Tak hanya sekadar wacana ingin berbuat  nyata bagi kemajuan  daerah namun niatnya itu juga sudah dibuktikan sejak lama di masyarakat. 

Pendek kata,  sederet bukti nyata menunjukkan  betapa kerberpihakan kepada masyarakat ditujukkannya sejak lama. 

Istri dari tokoh masyarakat Ketut Leo itu telah berbuat banyak seperti membantu pembangunan pura di beberapa wilayah di Kabupaten Klungkung, khususnya di Nusa Penida.

Demikian juga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya juga yang sudah dilakukan dalam membantu masyarakat di bawah. Untuk mendukung kegiatan itu semua dana diambil dari kocek dana pribadi yang sebagian memang disisihkan dari bisnis properti yang digelutinya.

Hanya saja,  diakuinya kemampuan finansial pribadi masih samgat terbatas sehingga banyak hal yang menjadi idealisme yang terus diperjuangkannya tidak  bisa berjalan optimal. 

Berangkat dari  itulah,  Yustiawati akhirnya memantapkan langkahnya maju sebagai wakil rakyat di DPRD Bali. 

Tentunya,  maju menjadi wakil  rakyat tidak untuk memupuk keuntungan mengejar  kepentingan pribadi.  Pasalnya secara pribadi, kebutuhan material keluarga sudah tercukupi.

Kata  dia  satu hal yang selama ini membangkitkan semangat juang dirinya adalah ikut andil dalam memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Klungkung. Hal itu pula yang menjadi motivasinya maju menjadi wakil rakyat di tingkat provinsi.

Terlebih,  jika mengacu pada kekuatan finansial, PAD (Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung tahun 2017 sebesar Rp152,37 miliar, masih diperlukan akses anggaran untuk mempercepat pembangunan di Klungkung.

"Dengan menjadi legislator, akses anggaran APBD maupun APBN bisa dilakukan. Itu kita arahkan sedapat mungkin untuk pembangunan di Klungkung," ujarnya dalam perbincangan dengan media, Kamis 19 Juli 2018.


Menurut dia,  Kabupaten Klungkung, sejatinya memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan di masa mendatang. Salah satunya adalah pengembangan kawasan pariwisata di Nusa Penida.

Ada satu hal yang menjadi peratiannya di Nusa Penida adalah infrastruktur jalan yang masih terbilang cukup kecil untuk sebuah kawasan destinasi wisata

Dia menjelaskan,  sejatinya,  Nusa Penida dengan segala keindahankini menjadi saya tarik sendiri bagi wisatawan mancanegara untuk mengunjunginya. Jika dikelola dengan baik, ia yakin Nusa Penida akan menjadi penyangga perekonomian tak hanya bagi Klungkung, tetapi juga bagi Bali.

"Ini yang mesti mendapat perhatian serius seperti armada penyebrangan menuju Nusa Penida. Hal lainnya adalah infrastruktur jalan untuk memudahkan wisatawan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya di Nusa Penida,"tuturnya.

Dalam amatannya,  yang perlu juga mendapat perhatian bagi masyarakat di Nusa Penida adalah akses air bersih dan jaringan listrik. Kedua komponen kebutuhan mendasar masyarakat itu harus mendapat perhatian khusus

Selama ini air bersih memang sulit diakses oleh masyarakat Nusa Penida. Pun halnya dengan jaringan listrik.

"Itu harus mendapat prioritas penanganan. Bagi kami di Nusa Penida hujan itu ibarat berlian, saking masih susahnya akses air bersih. Nah, dua hal itu (air bersih dan listrik) juga menjadi prioritas saya jika terpilih menjadi anggota DPRD Bali," demikian Yustiawati (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi