Kabupaten Lahat Belajar Bumdes dan Program Inovatif di Tabanan

Senin, 30 Juli 2018 : 21.35
Bupati Lahat H.Aswari Rivai (kiri) dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (kanan) saling tukar cindera mata
TABANAN - Pemerintah Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, melakukan kunjungan  kerja untuk belajar dan studi banding tentang Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Program Inovatif yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (30/7/2018).

Bupati Kabupaten Lahat H. Aswari Rivai yang langsung memimpin rombongan saat diterima Bupati Tabanan mengungkapkan tujuannya melakukan kunjungan kerja karena merasa Kabupaten Lahat memiliki banyak kemiripan dengan Kabupaten Tabanan.

“Banyak kemiripan antara Kabupaten Tabanan dengan Lahat. Saat ini kami memiliki 90 Bumdes yang merupakan cikal bakal pendapatan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap ke depan 360 desa kami bisa memiliki Bumdes. Maka dari itu, terima kasih telah menerima kami dengan baik untuk belajar dan saling bertukar pikiran,” ungkapnya.

Menurut Bupati Aswari,  dirinya  juga mengagumi berbagai kebijakan pro rakyat dan program inovatif yang dilakukan oleh Pemerintah Tabanan, seperti trans serasi, pariwisata, hingga keberhasilan program-program partisipatif yang mendapat apresiasi pemerintah pusat.

“Kami melihat pariwisata dan ekonomi di Bali khususnya di Tabanan selalu hidup, serta beragam program lain yang suskes mensejahterakan masyarakat. Ini harus dipelajari. Semoga pertemuan ini dapat memberi manfaat bagi kami ,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan  dirinya selama ini selalu berupaya  memberdayakan kelompok-kelompok tani termasuk Kelompok Tani Wanita (KWT) dan kelompok pengolah hasil pertanian lainnya, yang hasilnya akan disalurkan Bumdes masing-masing.

"Saat ini kami memiliki 90 Bumdes dari 133 Desa yang ada di Tabanan dan mudah-mudahan tahun ini seluruh desa sudah memiliki Bumdes," katanya berharap.

Disebutkan, masing-masing Bumdes tersebut diberikan modal usaha sebesar Rp 200 juta untuk menyerap hasil olahan kelompok-kelompok usaha masyarakat dan harus dibayar tunai. Sedangkan produk yang sudah dikumpulkan oleh Bumdes akan  dibeli Bumda, dalam hal ini PD Dharma Santhika.

Selanjutnya Bumda secara profesional akan memasarkan produk-produk yang ada serta meningkatkan nilainya baik dengan memperbaiki desain, branding, maupun standarisasi atau sertifikasi produknya.

“Kami memiliki delapan Bumdes olahan kopi yaitu Bumdes Muduk Temu dengan brand “kopi leak” nya, serta enam lainnya, Bumdes Kebon Padangan, Pujungan, Sanda, Batungsul dan Bumdes Belimbing yang belum memiliki branding kita kemas dan diberi branding oleh Bumda menjadi Kopi Kita Serasi, dengan harapan produk ini memiliki keserasian dalam hal kualitas, kuantitas maupun kontinuitas produknya,” jelasnya.

Bupati Eka juga bercerita mengenai Program transportasi Trans Serasi yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sukses menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Atas dasar itu, Tabanan dijadikan role model pelayanan transportasi publik dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Trans Serasi merupakan moda transportasi publik gratis untuk siswa sekolah. Trans Serasi bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi di kalangan  anak sekolah, khususnya anak SMP.  Jumlah armada tiap tahun ditingkatkan. Hingga di tahun 2018 ini sudah ada 80 armada. Dan jumlah siswa yang terlayani juga terus meningkat. Ini menunjukan program trans serasi mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya orang tua siswa. Inilah program keberpihakan pada rakyat,”ucapnya.

Bupati Eka juga bercerita tentang program paritisipatif di bidang infrastruktur di Tabanan serta pariwisata di Tabanan, dimana Tabanan sudah memiliki beberapa Desa Wisata serta telah menyelenggarakan beragam festival. Beragam kebijakan juga sudah dilakukan untuk mengoptimalkan sektor pariwisata.

“Kebijakan pemerintah Tabanan dalam mengoptimalkan sektor pariwisata, antara lain dengan pelaksanaan festival, promosi pariwisata, pembangunan Tourism Information Center,  penataan dan pengembangan infrastruktur pariwisata, pelestarian seni dan budaya, penguatan peran bumdes dan bumda dalam sektor pariwisata serta program gerbang pariwisata,”pungkasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi