Dukung Kinerja Properti di Bali, Bank Indonesia Terapkan Kebijakan Makroprudensial

Selasa, 17 Juli 2018 : 11.13
Pertemuan Jajaran Bank Indonesia Provinsi Bali dan pengurus DPD REI Bali/foto:humas bi
DENPASAR- Bank Indonesia menerapkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif melalui LTV dan FTV guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Bali Causa Iman Karana memaparkan, kebijakan makroprudensial diterapkan pada sektor properti dan berlaku 1 Agustus 2018 melalui beberapa aspek yakni pertama pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pembiayaan properti.

Kedua pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden, serta ketiga  penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit/pembiayaan.

"Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung kinerja sektor properti yang saat ini masih memiliki potensi akselerasi dan dampak pengganda cukup besar terhadap perekonomian nasional pada umumnya dan Bali pada khususnya," tutur Iman usai pertemuan dengan Kepala Perwakilan BI (Ka KPw BI) Provinsi Bali dengan Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD-REI) Bali di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Senin 16 Juli 2018.

Iman juga menyampaikan , Bank lndonesia memberikan kewenangan kepada industri perbankan untuk mengatur sendiri jumlah LTV/FTV dari fasilitas kredit/pembiayaan pertama sesuai dengan analisa bank terhadap debiturnya dan kebijakan manajemen risiko masing-masing bank.

Dalam menetapkan besaran LTV, pihak bank harus memperhatikan aspek prudensial dalam penerapannya, sehingga hanya bank yang memiliki NPL total kredit net < 5% dan NPL KPR gross <5% yang dapat memanfaatkan pelonggaran ini.

Konsern utama pelaku usaha terkait penerapan kebijakan ini tentu perlu ditindaklanjuti dengan skema penyaluran kredit dengan mitigasi risiko yang govern oleh industri perbankan sehingga nantinya tidak menghambat bisnis dengan gairah sektor properti yang mulai naik.

Kedepan, penerapan kebijakan ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan kredit KPR yang mulai menunjukkan tendensi peningkatan. Pertumbuhan KPR Provinsi Bali pada Mei 2018 tercatat sebesar 6,12% (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan I-2018 (Maret 2018) yang kontraksi sebesar -11,51% (yoy).

Iman juga menyampaikan penerapan kebijakan secara detail akan disampaikan dan disosialisasikan bersama pihak perbankan dengan turut melibatkan pelaku usaha untuk dapat menjembatani existing maupun potential problem.

Informasi pihak developer merupakan hal yang penting dalam kelancaran penerapan kebijakan. Bank Indonesia senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dalam hal penerapan dan review bauran kebijakan LTV.

Dalam pertemuan itu, Ketua  Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD-REI) Bali, Pande Agus Permana Widura, mengapresiasi upaya Bank Indonesia mendorong gairah sektor properti melalui pelonggaran kebijakan makroprudensial dalam bentuk ketentuan rasio loan to value (LTV) atau financing to value (FTV) dari fasilitas kredit/pembiayaan perumahan (sesuai keputusan RDG Bulanan Bank Indonesia pada tanggal 28-29 Juni 2018).

Penerapan relaksasi LTV/ FTV oleh Bank Indonesia, Ketua DPD REI mengharapkan akan ada peningkatan pembelian rumah dan pembiayan melalui fasilitas KPR.

Permana melanjutkan, yang menjadi concern penjual (pengembang) diantaranya kesiapan perbankan dalam penyaluran kredit dengan skema baru.

Selain itu, meski relaksasi ini sangat baik, namun terdapat beberapa hal yang masih perlu didiskusikan lebih lanjut antara pihak perbankan dan pengembang terutama terkait permasalahan persyaratan administrasi khususnya bagi calon debitur KPR tipe kecil (s.d Tipe 21).

Berkaca pengalaman, (relaksasi LTV/FTV 2016), dampak positif yang langsung dirasakan para anggota REI adalah adanya peningkatan penjualan khususnya pada kepemilikan rumah kedua.

Ke depan, dengan diterapkannya kembali relaksasi LTV/FTV di bulan Agustus 2018, permintaan pada sektor properti residensial dapat terakselerasi. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi