Diserang Kelenjar Getah Bening, Petinju Pelatnas Asian Games Butuh Uluran Tangan

Minggu, 29 Juli 2018 : 14.48
Ketua Pertina Denpasar Made Muliawan Arya tak henti mensupport petinju Valentinus Nahak yang terbaring lemah di rumah sakit/foto:istimewa
DENPASAR- Valentinus Nahak petinju Bali yang dipersiapkan memperkuat tim tinju Indonesia di ajang Asian Games 2018 kondisinya kian memprihatinkan setelah menderita kelenjar getah bening.

Valen, sapaannya, hanya bisa terbaring lemah dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.

Praktis petinju pelatnas Asian Games 2018 hanya bisa menunggu uluran tangan pemerintah dan dukungan masyarakat untuk bisa membantu kesembuhannya agar bisa melanjutkan karir di dunia tinju.

Jika sebelumnya, Valen memiliki tubuh prima atletis layaknya olahragawan kini berubah drasti. Tubuhnya semakin kurus bak tinggal tulang dan kulit lantaran dideras penyakit kelenjar getah bening.

Saat ini, salah satu andalan petinju Bali ini sempat tampil pada test event Asian Games pada Februari 2018. Siapa sangka, di saat tekatnya ingin mengukir prestasi di ajang Asian Games justru didera sakit hingga dia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sebelum jatuh sakit, adik kandung dari peraih medali emas tinju SEA Games 2011, Julio Bria ini sempat mengikuti pelatnas untuk Asian Games di Manado.

Sepekan sebelum Hari Raya Lebaran bulan Juni lalu, saat Pelatnas diliburkan, mulailah Valen ditengarai menderita kanker getah bening.

Derita yang menimpa Valen mengundang perhatian Ketua Pertina Denpasar, Made Muliawan Arya atau De Gadjah yang selama ini memberikan dukungan penuh untuk karir Valen.

DIa mengatakan, penyakit yang diderita Valen datang dengan mendadak tanpa ada tanda-tanda awal.
Kondisinya masih muda, tidak ada tanda-tanda, langsung drop kesehatannya.

De Gadjah menilai, petinju kelahiran Laluan, NTT, pada 15 Februari 1996 sebagai salah satu petinju andalan muda berbakat.  Prestasi membanggakan ditorehkan Valen dengan meraih medali perak pada Kejurnas Tinju di Bangka-Belitung pada 2017.

Soal penanganan Valen kata De Gadjah, untuk pengobatan, memang ditanggung BPJS, di RS Sanglah ia juga diperhatikan dengan baik oleh tim dokter.

"Pertina pusat juga siap membantu Valen sewaktu ikut pelatnas di Manado, namun valen minta pulang karena tidak betah sendirian di sana,"jelas De Gadjah kepada wartawan, Minggu (29/7/2018).

Selama tergolek sakit, dia mengungkapkan, gaji Valen tetap dibayar sebagai atlet Pelatnas. Pertina Bali dan Denpasar juga tetap membantunya selama menjalani perawatan.

"Kami tetap memohon doa dan dukungan masyarakat Bali dan atlet untuk Valen. Meski sudah ditanggung BPJS, Pertina Bali maupun Denpasar juga akan tetap menggalang bantuan untuk Valen," sambung Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu.

KONI Denpasar pasti juga akan membantu karena Valen petinju masa depan kita baik untuk di Bali maupun nasinal.

Pihak keluarga sempat berkeinginan membawa valen pulang ke kampung. Namun tim dokter yang merawat khawatir kondisinya akan menjadi lebih parah lagi.

Padahal tiket untuk pulang sudah akan disiapkan, namun atas saran dokter pihak keluarga diwakili kakak asuh Valen menuruti saran dokter

"Kami serahkan pengobatan pada pihak rumah sakit. Kami sedang upayakan untuk mendatangkan bapak Valen ke Bali, karena Valen bilang kangen bapaknya," ucapnya.

Sebagai kakak asuhnya, De Gadjah mengatakan akan terus berjuang untuk membantu kesembuhan Valen. Termasuk dengan meminta bantuan kepada Wali Kota dan Wakil Walikota Denpasar. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi