Dibungkus Bendera Partai, Jasad Tokoh PDIP Gianyar Dipelebon

Senin, 30 Juli 2018 : 21.28
Ribuan warga mengantarkan pelebon almarhum tokoh PDIP Gianyar Ngakan Gede Ngurah Jelantik/foto:istimewa
GIANYAR - Diantar ribuan warga jasad tokoh PDI Perjuangan Ngakan Gede Ngurah Jelantik dari Puri Saren Keliki, Tegallalang Gianyar yang dibungkus bendera PDIP dipelebon Senin (30/7/2018)

Diarak dalam bade tumpang sembilan bersama lembu hitam dengan tinggi sekitar delapan meter tokoh banteng sejati Gianyar ini menjalani proses pelebon.

Sejumlah tokoh PDIP Bali serta PDIP Gianyar hadir menghantarkan tokoh yang meninggal Selasa, 5 Juli 2018.

Ngakan Putu Tirta Pramono salah seorang putra almarhum menuturkan, prosesi pelebon mendiang berjalan khidmat. Tidak hanya diantarkan tkoh pentolan dan kader PDIP, namun juga dihadiri ribuan warga dari beberapa banjar.

Dijelaskan, bade tumpang sembilan ini merupakan karya undagi dari Taman, Bedulu, Blahbatuh. Sedangkan lembu dibuat undagi dari Pejeng Aji, Tegallalang dibantu masyarakat Keliki.

"Untuk lembu hitam ini ukurannya merupakan yang tertinggi, karena tingginya sekitar delapan meter dan panjang sekitar empat meter. Proses pembuatannya sekitar 23 hari,” ungkap Pramono.

Dalam proses pengarakan, bade dan lembu diarak dari Puri Saren Keliki hingga ke Setra Desa Pakraman Keliki. Proses arak-arakan pun berlangsung lebih dari dua jam hingga sampai ke setra.

 “Syukurnya semua proses tadi berjalan lancar. Meski ukuran bade dan lembu cukup besar, dengan cara estafet oleh pengarak dari 10 banjar secara bergiliran, akhirnya bisa sampai di setra,” sambungnya.

Prosesi masih berlangsung di Setra Desa Pakraman Keliki, dan direncanakan prosesi nganyut bakal dilakukan ke Pantai Lebih, Gianyar masih berlangsung hingga malam hari.

Proses upacara pembakaran jasad di setra, selesai jam 16.00 Wita dilanjutkan prosesi ngayutin sesuai rencana ke Segara Lebih.

Mewakili pihak keluarga, Pramono menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat yang turut mengantar dan mengikuti prosesi pelebon sang ayah.

Termasuk kepada para kader PDIP, khususnya para pengurus DPD PDIP Bali, Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati. Lalu Nyoman Adi Wiryatama, hingga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar terpilih I Made Mahayastra dan AA Gde Mayun, serta mantan Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata.

Diketahui tokoh PDIP asal Puri Saren Keliki ini berpulang pada Selasa, 5 Juni lalu di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar. Sejak saat meninggal jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Puri Saren sambil menunggu prosesi pelebon.

Almarhum semasa hidup dikenal marhaen sejati, menjadi panutan anak-anaknya sebagai guru politik. Tak heran almarhum sendiri selain pernah menduduki posisi sebagai Sekretaris PDIP Gianyar, oleh masyarakat Desa Keliki, almarhum pun dipercaya sebagai perbekel selama 26 tahun.

Salah satu pesan almarhum yang diingat anak-anaknya, agar peti jenazahnya dibungkus bendera PDIP. Ini menjadi bukti betapa besar rasa cinta almarhum kepada partai wong cilik yang bernafaskan marhaenisme itu. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi