Dibayangi Erupsi, Warga Lereng Gunung Agung Gelar Ngaben Masal

Minggu, 15 Juli 2018 : 07.14
KARANGASEM- Meski dalam suasana dibayang-bayangi erupsi Gunung Agung prosesi Ngaben masal di Banjar Geriana Kangin Kabupaten Karangasem berjalan lancar dan khidmad.

Pada prosesi tahao nunas (atau menjemput sang roh yang sudah meninggal untuk di Aben).  Prosesi nunas dilakukan di Pura Dalem Geriana Kangin. Kli ini merupakan ngaben gabungan dari beberapa banjar adat di Geriana Kangin yang melibatkan 45 sawa. Prosesi lainnya juga dilalukan upacara Ngelunggah, Ngeroras dan juga mendak nuntun.

Prosesi Nunas dilakukan dengan mepeed dari Banjar Geriana Kangin menuju Pura Dalem dengan jarak sekitar 500 meter dengan berjalan kaki. Ini dilakukan mulai pukul 13.00 wita.

Ratusan Puspa atau sekah yang nantinya untuk nunas sang Roh diarak dari Balai Banjar menuju Pura Dalem dengan diiringi gambelan Bale Ganjur.

Ngaben masal kali ini adalah yang kedua kali dilaksanakan Desa adat Geriana Kangin. Kedepan direncanakan Ngaben masal akan digelar setiap lima tahun sekali.

Ketua Panpel yang juga kelian banjar Geriana Kangin Nyoman Merta, Ngeben masal ini dilakukan untuk membantu warga yang tidak mampu.

Mengingat Ngaben memerlukan biaya cukup besar. Apalagi dilaksanakan di rumah masing masing bisa menalan biaya sampai Rp 100 juta. dengan dilaksanakan di Banjar secara bersama sama maka biaya bisa ditekan dementara proses Ngaben bisa dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Cara ini jelas mengirit biaya namun tetap tidak mengurangi makna Ngaben itu sendiri,” katanya menegaskan.

Puncak Ngaben sendiri akan dilakukan 17 Juli dimana persiapan awal dimulai 20 Juni lalu dengan diawali Nancep Tetaring.

Prosesi membersih dilakukan 16 Juli. Untuk prosesi Nunas dilakukan prosesi nundunin di Setra tempat penguburan.

Warga menggelar ngaben masal ini tidak luput dari bayang bayang erupsi Gunung Agung. Maklum Geriana Kangin sendiri masih zona bahaya II dengan jarak sekitar 10 km dari kawah Gunung Agung. Saat terjadi letusan 2 Juli lalu warga berhamburan keluar rumah.

Mereka juga was was karena sedang melakukan persiapan Ngaben. Mereka khawatir kalau Gunung Agung erupsi besar dan warga di minta mengungsi.

Karena pada awal Gunung Agung meletus warga Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat ini sempat di evakuasi dan minta desa dikosongkan karena saat itu Gunung Agung ada pada level IV. sementara saat Hujan Pasir dua hari lalu Geriana kangin juga terpapar.

Namun demikian warga berharap Gunung Agung tidak erupsi keras sehingga aktifitas masih jalan. (rhm)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi