Bupati Mas Ketuk Kepedulian Semua Pihak Bantu Pengungsi Gunung Agung

Rabu, 04 Juli 2018 : 07.24
KARANGASEM- Humas Karangasem - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri meminta seluruh OPD dari tingkat Desa hingga Kabupaten untuk memaksimalkan diri dalam membantu masyarakat yang mengungsi akibat Erupsi letupan Lava pijar yang membakar sebagian hutan di puncak Gunung Agung, Senin (2/7/2018) malam.

Ia menegaskan hal itu saat memimpin rapat koordinasi bersama para Kepala OPD di rumah jabatan Belong, sebelum akhirnya meninjau masyarakat KRB (Kawasan Rawan Bencana) III radius 4 Km dari puncak Gunung Agung di beberapa titik pengungsian.

"Kondisi seperti ini akan berlangsung cukup lama. Karakter gunung berapi sulit untuk ditebak. Untuk itu saya minta, tingkatkan kinerja kita dalam melayani masyarakat secara gotong-royong," ucap Mas Sumatri saat mendatangi lokasi pengungsian di Banjar Tengah Kecamatan Bebandem didampingi Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf.Benny Rahadian ,Selasa (3/7/2018) dini hari.

Untuk itu, Mas Sumatri meminta semua pihak untuk mengkerahkan segala upaya untuk membantu warga yang mengungsi.

OPD dari tingkat desa hingga Kabupaten diminta siap membantu memfasilitasi  tempat tinggal sementara untuk para pengungsi.

Pihaknya mengajak masyarakat di daerah pengungsian untuk bergotong-royong membantu para pengungsi menyusul letusan yang terjadi Senin malam pukul 21.04 Wita.

Mas Sumatri juga menyampaikan harapan senada saat mengunjungi pengungsi di Banjar Pesangkan Duda Timur,Wantilan Pura Puseh Desa Adat Duda, didampingi Camat Selat I Nengah Danu, Perbekel Duda I Gusti Ngurah Putra dan Ketua Pasebaya Agung yang juga Perbekel Duda Timur I Gede Pawana.

Dia menggugah empati masyarakat yang berada di sekitar tempat pengungsian agar turut membantu keperluan para pengungsi. Baik itu peralatan memasak, peralatan makan, bahan makanan serta kebutuhan lainnya.Tokoh masyarakat setempat, anggota sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi, serta ibu PKK juga diharapkan turut terlibat dalam membantu para pengungsi.

Diberitakan, Gunung Agung yang oleh warga Hindu disebut Sang Hyang Giri Tohlangkir kembali meletus yang disertai lontaran lava dan batu pijar, Senin (2/7/2018) pukul 21.04 Wita.

Warga sekitar lereng gunung mengungsi ke daerah-daerah yang lebih rendah. Gunung Agung kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi sepanjang Senin kemarin.

Dari pagi hingga sore hari, Gunung Agung mengalami lima kali erupsi kecil dengan tinggi abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter.Pada Senin malam, tiba-tiba masyarakat sekitar Gunung Agung dikejutkan letusan disertai dengan suara ledakan keras.

PVMBG melaporkan erupsi terjadi pukul 21.04 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi sekitar 7 menit 21 detik. Erupsi terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman.

Erupsi bersifat eksplosif melontarkan batu pijar karena ada tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.

Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar di beberapa bagian. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi